Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Indikasikan Langkah Hawkish, Bagaimana Prospek Harga Emas?

Harga emas berpotensi bergerak lebih rendah pada hari Kamis (17/6) setelah Federal Reserve mengajukan proyeksi untuk kenaikan suku bunga pasca pandemi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 Juni 2021  |  10:36 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas terpantau naik setelah mencatatkan penurunan terbesar dalam lima bulan terakhir. Pergerakan harga tersebut terjadi seiring dengan langkah The Fed yang mempercepat pengetatan kebijakan moneternya.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (17/6/2021), harga emas di pasar Spot terpantau pada US$1.823,82 per troy ounce atau naik 0,68 persen. Sementara itu, harga emas di pasar Comex juga tercatat turun 1,97 persen ke level US$1.824,80 per troy ounce

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pihaknya akan memulai pembicaraan terkait pengurangan pembelian obligasi yang digunakan untuk menopang pasar finansial dan ekonomi selama pandemi virus corona.

The Fed juga merilis laporan proyeksi yang mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebanyak dua kali hingga akhir 2023 mendatang, atau lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Bank Sentral AS tersebut juga merilis estimasi inflasi untuk tiga tahun ke depan.

Adapun harga emas tengah diperdagangkan mendekati level terendah dalam enam pekan seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS pasca pertemuan The Fed.

Pada pertemuan tersebut, The Fed mempertahankan jarak suku bunga acuan diantara 0 persen hingga 0,25 persen yang telah berlaku sejak Maret 2020 lalu.

Selain itu, Powell juga mengatakan pihaknya berjanji untuk melanjutkan pembelian aset pada kecepatan bulanan US$120 miliar hingga "kemajuan lebih lanjut yang substansial" tercapai dibuat pada lapangan kerja dan inflasi.

Edward Moya, Senior Market Analyst Oanda Corp mengatakan proyeksi ekonomi dari The Fed menunjukkan sinyal bahwa stimulus yang ada saat ini akan mulai berkurang dalam beberapa waktu ke depan. Moya mengatakan, langkah hawkish The Fed ini dapat memicu momentum aksi jual emas dalam jangka pendek.

“Meski tengah melemah selama sepekan belakangan, outlook jangka menengah dan panjang untuk emas masih tetap bullish. Level harga yang perlu dipertahankan untuk investor bullish adalah US$1.800 per troy ounce,” katanya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, tim analis Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan harga emas berpotensi bergerak lebih rendah pada hari Kamis (17/6) setelah Federal Reserve mengajukan proyeksi untuk kenaikan suku bunga pasca pandemi pertama hingga 2023, mengutip situasi kesehatan yang membaik di AS.

"Potensi Pergerakan harga emas spot berpeluang dijual menargetkan level support US$1.795 selama tertahan di bawah level resistan US$1.833," paparnya dalam publikasi riset..

Bila mampu menembus level resisten tersebut maka harga emas berpeluang dibeli menguji level resisten US$1.840.

Resisten : 1825 - 1833 - 1840
Support : 1810 - 1802 - 1795


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini Kebijakan The Fed harga emas comex
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top