Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Fokus ke Inflasi AS dan Pertemuan ECB, Dolar Naik Tipis

Laporan inflasi AS dan pertemuan ECB akan berlangsung Kamis waktu setempat, dan investor telah mengadopsi sikap wait and see.
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis dan keluar dari posisi terendahnya pada akhir perdagangan Rabu (9/6/2021), saat investor fokus pada laporan indeks harga konsumen AS dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).

Laporan inflasi AS dan pertemuan ECB akan berlangsung Kamis waktu setempat, dan investor telah mengadopsi sikap wait and see, meninggalkan mata uang utama sebagian besar terjebak dalam kisaran ketat baru-baru ini.

Data harga konsumen Departemen Tenaga Kerja AS telah banyak diantisipasi setelah laporan bulan lalu menunjukkan harga konsumen meningkat paling tinggi dalam hampir 12 tahun pada April, memicu pandangan bahwa harga-harga yang lebih tinggi dapat bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan banyak orang.

Sebelumnya, data harga produsen China untuk Mei menunjukkan lonjakan terbesar dalam belasan tahun, dan harga-harga konsumen negara itu naik 1,3 persen pada Mei - kenaikan tahun ke tahun terbesar dalam delapan bulan - tetapi di bawah ekspektasi.

Dengan ECB, investor akan mengawasi setiap petunjuk tentang perlambatan yang akan segera terjadi pada program pembelian obligasi.

Bank sentral Kanada (BoC) pada Rabu (9/6) membiarkan suku bunga utamanya tidak berubah seperti yang diperkirakan, dan mengatakan akan mempertahankan kebijakan pelonggaran kuantitatif saat ini. BoC juga menegaskan kembali panduannya bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah hingga setidaknya paruh kedua 2022.

Dolar Kanada naik terhadap greenback setelah pengumuman tersebut. Dalam perdagangan sore dolar Kanada datar di 1,21 per dolar AS

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya terakhir menguat tipis 0,03 persen pada 90,14, dengan euro juga hampir tidak berubah pada 1,2176 dolar AS.

Pesan yang mulai bergema bersama investor adalah bahwa pembuat kebijakan bank sentral akan "menepis harga-harga jangka pendek yang tinggi," dan itu menyebabkan dolar AS lebih rendah, kata kepala analis mata uang di ForexLive Adam Button.

"Angka inflasi akan berjalan lebih panas dari apa yang mereka perkirakan dalam jangka pendek, tetapi ada konsensus bank sentral yang solid seputar inflasi sementara," katanya.

Dolar naik 0,1 persen terhadap yen menjadi 109,62 yen, sementara sterling melemah 0,3 persen menjadi US$1,4111.

Pound merosot karena Inggris dan Uni Eropa gagal menyepakati solusi untuk masalah perdagangan pasca-Brexit di provinsi Inggris di Irlandia Utara, dan bertukar ancaman dalam kebuntuan yang dapat diklaim pada KTT internasional G7.

Indeks Volatilitas Mata Uang Deutsche Bank mencapai level terendah sejak Februari 2020 pada Selasa (8/6), dan tergelincir lebih jauh pada Rabu (9/6).

Sementara itu, ECB diperkirakan akan mempertahankan pengaturan kebijakan yang stabil, euro dapat menjadi sensitif terhadap perubahan dalam prakiraan ekonomi bank atau sinyal apa pun bahwa laju pembelian obligasi dapat dikurangi dalam beberapa bulan ke depan.

Investor juga mengamati negosiasi di Washington mengenai potensi pengeluaran infrastruktur, yang dapat berdampak pada laju pertumbuhan AS juga. Pada Rabu (9/6), anggota parlemen AS mengatakan kelompok bipartisan yang terdiri dari 10 senator sedang mendiskusikan apakah mungkin untuk merevitalisasi jalan dan jembatan AS tanpa menaikkan pajak, setelah Presiden Joe Biden sehari sebelumnya menolak proposal terpisah dari Partai Republik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper