Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dana Masuk ke Mata Uang Kripto Kembali Deras, Token Nonbitcoin Jadi Incaran

Arus masuk ke produk dan dana investasi kripto mencapai US$74 juta minggu lalu, menyusul rekor arus keluar 151 juta dolar AS dua minggu sebelumnya, mewakili 0,3 persen dari aset-aset yang dikelola.
Mata uang crypto Ethereum Emas pada dolar AS/ANTARA-Shutterstock/pri.
Mata uang crypto Ethereum Emas pada dolar AS/ANTARA-Shutterstock/pri.

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang kripto mencatat arus masuk minggu lalu, setelah mencapai rekor arus keluar dua minggu sebelumnya, karena investor mengambil kesempatan dari penurunan harga di pasar, data dari manajer mata uang digital CoinShares menunjukkan pada Selasa (2/6/2021) malam.

Arus masuk ke produk dan dana investasi kripto mencapai US$74 juta minggu lalu, menyusul rekor arus keluar 151 juta dolar AS dua minggu sebelumnya, mewakili 0,3 persen dari aset-aset yang dikelola.

Produk Bitcoin terus melihat arus keluar minggu lalu sekitar US$4 juta, data CoinShares menunjukkan. Ini membawa total arus keluar selama tiga minggu terakhir menjadi 246 juta dolar AS. Namun, untuk tahun ini, Bitcoin masih menunjukkan arus masuk sebesar US$4,4 miliar dolar AS.

Mata uang digital paling populer di dunia itu naik 3,0 persen minggu lalu dan terakhir naik 3,8 persen menjadi US$38.104.

Ether, mata uang kripto terbesar kedua dalam hal kapitalisasi pasar dan token yang digunakan untuk blockchain Ethereum, menunjukkan arus masuk sebesar US$47 juta, dengan total arus masuk sebesar US$973 juta.

Harga Ether terangkat 13 persen minggu lalu, tetapi turun 41 persen minggu sebelumnya. Aliran produk-produk investasi juga menunjukkan bahwa altcoin atau token non-bitcoin, non-ether, tetap populer, dengan aliran masuk ke Cardano dan Polkadot dan Ripple.

Grayscale tetap menjadi pengelola mata uang digital terbesar dengan US$33,6 miliar, tetapi aset-aset yang dikelola turun dari 47,3 miliar dolar AS dua minggu lalu.

CoinShares, manajer aset digital terbesar kedua dan terbesar di Eropa, mengawasi aset sekitar US$3,9 miliar pada minggu lalu, turun dari sekitar US$6,0 miliar dua minggu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper