Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mirae Asset Sekuritas Pangkas Target IHSG Jadi 6.500 pada Akhir 2021

Kenaikan suku bunga di Negeri Paman Sam berpotensi menekan kinerja pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas Indonesia menurunkan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir tahun ini menjadi 6.500 untuk skenario moderat.

Ketua Informasi Investasi Mirae Asset Sekuritas Roger M.M. mengatakan IHSG berpotensi terangkat hingga 6.800 pada akhir tahun ini didorong oleh berbagai sentimen baik dari eksternal maupun internal.

"Awal tahun target agresif kami 7.000 dan moderat 6.800. Mungkin sekarang kami turunkan agresif menjadi 6.800 dan moderat ke 6.500,” kata Roger, Kamis (3/6/2021).

Pertimbangan itu, lanjut Roger, melihat perkembangan pasar global khususnya kebijakan moneter dari Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga dan tapering off.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi pergerakan IHSG pada paruh kedua. Pasalnya, apabila hal itu terjadi bakal ada pergeseran alokasi investasi oleh investor global ke negara-negara maju dan meninggalkan negara berkembang.

Federal Reserve dikhawatirkan bakal mengerek suku bunga 7-Day Reserve Repo Rate ketika perekonomian AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. 

Walaupun pemulihan ekonomi merupakan perkembangan yang positif, namun kenaikan suku bunga di Negeri Paman Sam bakal dapat menekan kinerja pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia.

“Kemungkinan besar itu akan terjadi di semeseter II/2021. Tapi kami tetap menunggu sinyal The Fed,” imbuh Roger.

Selanjutnya tantangan dari eksternal juga datang dalam bentuk kekhawatiran taper tantrum ketika The Fed memutuskan untuk mengurangi stimulusnya. Roger mengatakan potensi tapering itu juga terbuka di semester kedua tahun ini.

Sementara dari sisi domestik disebut Roger sudah lebih banyak sentimen positif berupan rilis data makroekonomi yang memuaskan.

Mirae Asset Sekuritas Indnesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 bisa positif seiring dengan optimisme yang disuarakan pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan Indonesia bisa keluar dari resesi dan mencatatkan pertumbuhan ekonomi melebihi 7 persen pada kuartal II/2021.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper