Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relliance Sekuritas: IHSG Lanjutkan Tren Bearish, Cermati BBRI Hingga WSKT

Secara teknikal IHSG break out resistance moving Average 5 hari seakan mengkonfirmasi pola tweezers bottom yang terbentuk pekan lalu. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  07:17 WIB
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Reliance Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan secara teknikal IHSG break out resistance moving Average 5 hari seakan mengkonfirmasi pola tweezers bottom yang terbentuk pekan lalu. 

Indikator stochastic golden-cross pada area oversold dengan MACD yang bergerak pada kondisi undervalue

“Pergerakan IHSG berpotensi menguji bearish trendline jangka menengah di kisaran support resistance 5.773–5.863,” tulis Lanjar dalam riset harian, dikutip Kamis (27/5/2021). 

Adapun, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal hari ini a.l. BBRI, BBNI, BBTN, BMRI, BSDE, ASRI, CTRA, ADRO, PTBA, PGAS, TLKM, JSMR, WIKA, ADHI, dan WSKT.

Pada akhir perdagangan Selasa (25/5/2021), IHSG menguat 0,91 persen ke level 5.815,84.

Saat itu saham perbankan mendorong laju penguatan indeks seperti saham ARTO naik 9,6 persen dan BMRI 2,6 persen.

Penguatan itu disebut Lanjar karena investor menyambut baik peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2021 yang lebih dari 7 persen hingga 8 persen. 

Sementara itu, Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga rendah 3,50 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini sebagai langkah menjaga inflasi yang masih dibawah 2 persen dan merefleksi kuatnya nilai tukar rupiah.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top