Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar dan Yield Treasury AS Melemah, Harga Emas Mengilap

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange menguat 7,8 poin atau 0,42 persen dan ditutup pada US$1.884,50 per troy ounce. Ini adalah penyelesaian kontrak teraktif tertinggi sejak 7 Januari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  06:22 WIB
Emas Comex. - .Bloomberg
Emas Comex. - .Bloomberg

Bisnis.com,  JAKARTA – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (24/5/2021) menyusul pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sementara investor menunggu data minggu ini yang akan membantu menilai laju pemulihan ekonomi di AS.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange menguat 7,8 poin atau 0,42 persen dan ditutup pada US$1.884,50 per troy ounce. Ini adalah penyelesaian kontrak teraktif tertinggi sejak 7 Januari.

Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury AS telah bertindak sebagai pendukung emas. Ia mengatakan pasar ekuitas yang lebih kuat memberikan penyeimbang.

Dolar AS melemah 0,2 persen dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun ke level terendah dalam hampir dua pekan terakhir, sehingga mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pekan ini, investor menantikan apakah Federal Reserve (Fed) akan tetap berpegang pada kebijakan yang sabar. Mereka juga menunggu data ekonomi, termasuk produk domestik bruto AS, klaim pengangguran, dan barang tahan lama.

"Jika data jauh lebih baik dari yang diharapkan, itu mungkin akan menjadi bearish untuk emas, karena kemungkinan tapering (pengurangan program pembelian obligasi) the Fed akan lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Haberkorn, seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan jika data lebih buruk dari perkiraan, emas bisa diperdagangkan menembus US$1.900 lebih cepat.

Jatuhnya Bitcoin juga mendukung harga emas. Turbulensi aset kripto seperti Bitcoin memberikan dukungan tertentu bagi emas, dengan modal spekulatif mengalir kembali ke emas.

"Harga emas sangat kuat pada level ini. Ada banyak hal yang dapat menakut-nakuti investor agar ingin membeli emas, tetapi kami juga memiliki situasi di Eropa, AS dan Kanada, di mana vaksin mulai berdampak positif," kata Managing Partner CPM Group Jeffrey Christian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top