Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aksi Korporasi Sepekan, dari IPO LUCY Hingga Penerbitan Sukuk

Pada pekan ini, tepatnya pada rabu (5/5/2021) bursa kedatangan emiten anyar yakni PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY).
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 08 Mei 2021  |  14:42 WIB
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah fluktuatif pasar saham selama satu pekan 3-7 Mei 2021, ada sejumlah aksi korporasi yang semakin meramaikan bursa.

Pada pekan ini, tepatnya pada rabu (5/5/2021) bursa kedatangan emiten anyar yakni PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY). Perusahaan Wulan Guritno tersebut resmi melakukan pencatatan saham dan waran di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

LUCY melepas 337,50 juta saham dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) atau mewakili 32,61 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran ditetapkan Rp100 sehingga total dana yang dihimpun dalam aksi korporasi ini senilai Rp33,75 miliar. Perseroan juga menerbitkan 236,25 juta waran seri I sebagai pemanis atau sebanyak 33,87 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan LUCY merupakan perusahaan tercatat ke-16 yang melantai di bursa pada tahun 2021. LUCY bergerak pada sektor consumer cyclicals dengan sub sektor consumer services. Adapun industri LUCY adalah tourism & recreation dengan sub industri restaurants.

Usai melantai, saham emiten anyar tersebut langsung menuju rooftop batas atas auto reject ketika pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Pasalnya, emiten tersebut langsung melesat 10 persen.

Pada pekan yang sama, PT Mora Telematika Indonesia menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Moratelindo Tahap IV Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idAA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk ini dan PT Bank KB Bukopin Tbk adalah Wali Amanat emisi ini.

"Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 29 emisi dari 23 Emiten senilai Rp33,43 triliun," jelas Yulianto melalui siaran resmi dikutip Sabtu (8/5/2021).

Dia mengatakan total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 481 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp436,29 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 128 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 146 seri dengan nilai nominal Rp4.242,05 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,80 triliun.

Sementara itu, pekan initerdapat peningkatan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 8,12 persen menjadi 979.224 kali transaksi dari 905.671 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Kemudian peningkatan sebesar 2,85 persen terjadi pada rata-rata volume transaksi harian menjadi 15,080 miliar saham dari 14,662 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode sepekan 3-7 Mei 2021 mengalami perubahan sebesar 1,12 persen atau berada pada level pada level 5.928,309 dari 5.995,616 pada pekan yang lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia ipo
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top