Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Subholding Dibentuk, Valuasi Pertamina International Shipping Naik 10 Kali Lipat!

Karena bisnisnya berubah, nantinya aset-aset storage, port, sarana tambat, dan peralatan lainnya menjadi bagian dari integrasi marine logistics yang akan menaikan stabilitas arus kas.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  14:55 WIB
Armada kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel PT Pertamina International Shipping.
Armada kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel PT Pertamina International Shipping.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian BUMN menyebut valuasi subholding perkapalan Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS) naik hingga 10 kali lipat setelah holding dibentuk.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury menjelaskan dengan adanya transformasi menjadi integrated marine logistics, diharapkan valuasinya akan meningkat.

"Dari yang sebelumnya dasar valuasi itu EV/EBITDA. kalau tadinya shipping saja karena volatilitas risiko itu biasanya cuma di kisaran 6-7 kita berharap sekarang sudah bisa mencapai antara 9--10 kalinya," katanya, di sela peresmian Integrated Marine Logistics Co, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, karena bisnisnya berubah, nantinya aset-aset storage, port, sarana tambat, dan peralatan lainnya menjadi bagian dari integrasi marine logistics yang akan menaikan stabilitas arus kas.

Selain itu, permintaan shipping sudah jelas, karena Pertamina setiap hari butuh pengangkutan produk dan bahan mentah kurang lebih butuh 600.000 barel per hari untuk diimpor.

"Memang internasional punya base, dan sesuai arahan menteri jangan cuma jadi jago kandang, tapi memang Pertamina dengan memiliki transportasi internasional dengan importasi dan eksportasi kami juga berharap bisa menjadi pemain regional dalam waktu yang singkat harus bisa kita realisasikan itu," katanya.

Pembentukan sub holding perkapalan disebut guna mengamankan potensi permintaan logistik migas di kawasan regional. Tiga negara di kawasan regional seperti Thailand, Vietnam, dan Philipina masih diproyeksikan membutuhkan tambahan storage ke depannya.

Dengan pengintegrasian 5 terminal dinilai memiliki prospek yang baik untuk masuk ke bisnis tersebut di kawasan regional.

Terminal yang telah dialihkan asetnya ke Pertamina International Shipping adalah Terminal Pulau Sambu, Terminal Uban, Terminal Tanjung Sekong, Terminal Kotabaru, dan Terminal Bau-Bau.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kementerian bumn
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top