Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Indah Prakasa (INPS) Paling Anjlok pada Pekan Ini

Berdasarkan data dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (17/4/2021), harga saham emiten urusan BBM ini anjlok 23,92 persen, dari harga Rp1.735 ke Rp1.320 per saham.
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk. (INPS) menjadi saham dengan koreksi terdalam pada daftar perdagangan satu pekan, 26 April—30 April 2021.

Berdasarkan data dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (17/4/2021), harga saham emiten urusan BBM ini anjlok 23,92 persen, dari harga Rp1.735 ke Rp1.320 per saham.

Menyusul di belakang INPS adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX) yang anjlok 22,14 persen. Harga saham emiten tersebut ditutup pada level Rp510 per lembar saham setelah mengawali pekan perdagangan di posisi Rp655.

Selanjutnya, adalah saham PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. (NPGF) yang terkoreksi 20,63 persen, diikuti PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) dengan pelemahan 19,5 persen, dan saham PT Fimperkasa Utama Tbk. (FIMP) yang juga turun 17,65 persen dalam 5 hari perdagangan melengkapi 5 besar saham boncos pekan ini.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (30/4/2021), Indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak mampu mengakhiri perdagangan pekan ini di atas level 6.000.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,29 persen atau 17,34 poin ke level 5.995,62.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.985,02—6.033,9. Sebanyak 197 saham menguat, 276 saham melemah, dan 168 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan Jumat tercatat 17,64 miliar saham dengan nilai mencapai Rp9,23 triliun. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp145,76 miliar.

Investor asing paling banyak memburu saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dengan total net buy mencapai Rp8,72 miliar. Saham TBIG pun ditutup menguat 1,82 persen ke Rp2.790.

Menyusul di belakang TBIG, investor asing juga memburu saham PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp77,4 miliar. Saham ASII ditutup menguat 1,38 persen ke Rp5.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper