Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuartal I/2021, PTBA Catat Laba Rp500 Miliar Pendapatan Rp3,99 Triliun

Dalam publikasi laporan keuangan per 31 Maret 2021 di Harian Bisnis Indonesia, pendapatan PTBA mencapai Rp3,99 triliun. Nilai itu turun 22 persen dari Rp5,12 triliun pada kuartal I/2020.
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan./ptba.co.id
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan./ptba.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja kuartal I/2021, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Dalam publikasi laporan keuangan per 31 Maret 2021 di Harian Bisnis Indonesia, pendapatan PTBA mencapai Rp3,99 triliun. Nilai itu turun 22 persen dari Rp5,12 triliun pada kuartal I/2020.

Beban pokok juga menurun menjadi Rp2,97 triliun dari sebelumnya Rp3,59 triliun. Laba bruto PTBA pun sejumlah Rp1,02 triliun pada kuartal I/2021, turun dari Rp1,52 triliun pada kuartal I/2020.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp500,52 miliar pada kuartal I/2021. Laba bersih PTBA itu turun 44,58 persen dari Rp903,25 miliar per Maret 2020.

Kas dan setara kas PTBA pada akhir periode mencapai Rp4,43 triliun. Nilai itu turun dari sebelumnya Rp7,51 triliun.

Per Maret 2021, liabilitas PTBA sebesar Rp6,96 triliun, turun dari Rp7,12 triliun pada akhir 2020. Liabilitas jangka pendek Rp3,72 triliun, sedangkan libilitas jangka panjang Rp3,24 triliun.

Ekuitas PTBA berhasil naik menjadi Rp17,56 triliun dari sebelumnya Rp16,94 triliun. Total aset PTBA pada kuartal I/2021 pun mencapai Rp24,53 triliun, naik dari Rp24,06 triliun pada akhir 2020.

Pada 2021, PTBA menargetkan kenaikan volume produksi batu bara menjadi 29,5 juta ton dibandingkan dengan target tahun sebelumnya sebesar dari 24,8 juta ton.

Perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada 2020 menjadi 30,7 juta ton pada 2021.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk. Apollonius Andwie C. mengatakan bahwa perseroan berencana menyesuaikan panduan produksi pada tahun ini seiring dengan kenaikan target produksi batu bara nasional.

“Saat ini masih dalam proses penghitungan, tapi perkiraannya kenaikan tidak akan jauh berbeda dari target 2021 sebelumnya yang sebesar 29,5 juta ton. Di mana angka tersebut merupakan produksi tertinggi perseroan,” ujar Pollo kepada Bisnis, Senin (19/4/2021).

Emiten berkode saham PTBA itu optimistis kinerja pada 2021 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tidak hanya karena faktor harga batu bara yang masih berada di level tinggi, dia menilai kinerja juga akan didukung dengan pemulihan permintaan.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran vaksin mendorong kondisi pasar secara global mulai pulih sehingga kebutuhan energi meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper