Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi - Pekerja memasang komponen mobil. - Bloomberg / Kerem Uzel
Premium

Menilik Hasil Sengatan Insentif Pajak ke Emiten Komponen Otomotif

26 April 2021 | 14:45 WIB
Emiten industri komponen otomotif diperkirakan terus mencatatkan perbaikan kinerja tahun ini, menyusul kinerja positif yang dihasilkan oleh emiten pabrikan mobil, setelah adanya insentif perpajakan.

Bisnis.com, JAKARTA – Relaksasi kendaraan atau stimulus insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah ditanggung Pemerintah (PPnBM) mulai Maret 2021, menjadi sentimen positif bagi emiten pabrikan otomotif. Namun bagaimana dampaknya kepada emiten industri komponen otomotif?

Seperti diketahui, pemerintah memberikan relaksasi PPnBM mulai 1 Maret sampai 31 Desember 2021 untuk kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc. Pemerintah kemudian memperluas relaksasi tersebut sampai dengan kapasitas mesin 2.500 cc mulai 1 April.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales roda empat pada Maret 2021 mencapai 84.910 unit, naik 72,6 persen dibandingkan Februari.  

Penjualan ritel mobil pada bulan lalu tercatat sebanyak 77.511 unit. Angka ini naik 65,1 persen jika disandingkan dengan kinerja penjualan Februari 2021 yang meraih 46.943 unit.  

Tak hanya secara bulanan, relaksasi pajak yang digulirkan pemerintah juga berhasil mendorong penjualan mobil secara tahunan. Gaikindo mencatat, wholesales pada Maret 2021 tumbuh 10,5 persen, sedangkan penjualan ritel naik 28,2 persen secara tahunan (yoy). 

Head Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetyo mengatakan sentimen diskon pajak atau PPnBM diharapkan dapat mendongkrak kinerja penjualan mobil baru tahun ini, dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top