Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cita Mineral (CITA) Pacu Penjualan Ekspor Produk Bauksit

Direktur Cita Mineral Investindo Yusak Lumba Pardede mengatakan bahwa perseroan optimistis kinerja pada 2021 akan semakin membaik seiring dengan memulihnya perekonomian global yang mempengaruhi harga komoditas.
Direktur Cita Mineral Investindo Yusak Lumba Pardede (Kiri) usai public expose pada Kamis (30/7/2020).
Direktur Cita Mineral Investindo Yusak Lumba Pardede (Kiri) usai public expose pada Kamis (30/7/2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan mineral, PT Cita Mineral Investindo Tbk., bakal meningkatkan penjualan ekspor pada 2021.

Direktur Cita Mineral Investindo Yusak Lumba Pardede mengatakan bahwa perseroan optimistis kinerja pada 2021 akan semakin membaik seiring dengan memulihnya perekonomian global yang mempengaruhi harga komoditas.

"Minat pasar terhadap Metallurgical Grade Bauxite (MGB), terutama pasar ekspor, masih tinggi," paparnya, Rabu (21/4/2021).

Di sisi lain, permintaan yang diproyeksi meningkat itu tidak menutup kemungkinan bahwa perseroan akan memperluas pangsa pasar dan diversifikasi penjualan MGB dan Smelter Grade Alumina (SGA) untuk mendapatkan peluang ekspansi penjualan yang menjanjikan.

Adapun, untuk periode 2020-2021 emiten berkode saham CITA itu telah mendapatkan kuota ekspor MGB sebesar 8,34 juta ton.

Yusak pun mengatakan akan memperpanjang kuota ekspor yang diberikan dan ekspansi ke pasar lokal untuk menghasilkan pendapatan dan atau profitabilitas yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, CITA berhasil membukukan pendapatan Rp4,34 triliun pada 2020 atau naik 11,55 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp3,89 triliun. Sementara itu, laba bersih 2020 turun tipis 1,19 persen menjadi Rp649,92 miliar daripada laba bersih 2019 sebesar Rp657,78 miliar.

CITA berhasil menjual 7,95 juta ton MGb pada 2020, dimana sebanyak 85,49 persen atau sekitar 6,79 juta ton merupakan penjualan ekspor, sedangkan sisanya sebanyak 1,15 juta ton dijual di dalam negeri ke entitas asosiasi WHW.

Jumlah volume penjualan itu pun meningkat 8,37 persen dibandingkan dengan 2019.

Sementara itu, pada 2020 CITA telah menjual 1,06 juta ton SGA, cenderung stabil dibandingkan dengan perolehan 2019.

Di sisi lain, Yusak mengatakan bahwa perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2021 sebesar Rp159 miliar.

Capex itu digunakan untuk pengembangan infrastruktur maupun peralatan penunjang aktivitas tambang perseroan pada 2021.

“Sumber pendanaan masih dari internal,” papar Yusak.

Mengutip riset CM Group, permintaan aluminium global pada 2050 akan mencapai 298 juta ton per tahun yang mewakili CAGR 3,8 persen. Sementara itu, untuk dalam negeri pasokan dan permintaan diproyeksi meningkat hingga 2026.

Proyeksi itu pun juga didukung pemerintah yang memfasilitasi pengembangan dan pembentukan industri kimia anorganik termasutermasuk alumina yang tertuang dalam rencana induk pembangunan industri nasional (RIPIN) periode 2015 hingga 2035.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper