Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilainya Tengah Tinggi, Indonesia Ikut Ketularan Demam Bitcoin

Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menyampaikan, investasi dengan aset digital seperti Bitcoin mengalami peningkatan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan penyebaran aset kripto yang lebih cepat di negara berkembang, termasuk Indonesia, dibandingkan dengan negara maju.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 April 2021  |  19:10 WIB
Ilustrasi representasi bitcoin - Bloomberg
Ilustrasi representasi bitcoin - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi pada aset kripto (crypto asset) seperti Bitcoin semakin populer di Indonesia. Potensi lonjakan harga yang lebih signifikan juga masih terbuka meski akan didahului dengan koreksi.

Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menyampaikan, investasi dengan aset digital seperti Bitcoin mengalami peningkatan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan penyebaran aset kripto yang lebih cepat di negara berkembang, termasuk Indonesia, dibandingkan dengan negara maju.

ABI mencatatkan adanya peningkatan investor institusional yang mulai menggunakan aset digital sebagai alat investasi yang sah dan dapat dipercaya dan para pelaku industri yang turut mengembangkan layanan aset digital, terutama Bitcoin.

Oham Dunggio, Chairman ABI mengatakan, perkembangan aset kripto di Indonesia yang signifikan ditopang oleh regulasi yang mendukung investasi pada aset kripto. Hal ini karena aset kripto telah diklasifikasi sebagai komoditas melalui Peraturan Menteri Perdagangan nomor 99 tahun 2018.

“Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan hal ini sebagai investasi. Namun perlu dipahami bahwa investasi juga memiliki risiko, sehingga masyakarat harus membaca lebih dahulu tentang aset kripto termasuk faktor untung dan rugi,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (22/4/2021).

Sementara itu, CEO dan Founder dari Indodax, Oscar Darmawan mengatakan saat ini, nilai Bitcoin sudah berada di harga sekitar Rp800 juta. Artinya, awal tahun ini sudah mulai terlihat trend bullish.

Dia memaparkan, apabila permintaan terus bertambah, kemungkinan besar harga Bitcoin akan kembali naik, meski saat ini sudah tinggi. Meski demikian, kenaikan ini kemungkinan tidak akan terjadi secara langsung.

“Perlu diawali dengan koreksi terlebih dahulu karena pada saat koreksi, biasanya banyak orang yang membeli untuk memanfaatkan momen harga Bitcoin yang turun,” jelasnya.

Jeth Soetoyo, CEO dan Founder dari Pintu menambahkan, dengan regulasi yang lebih jelas, prospek pertumbuhan bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya akan semakin positif. Aset kripto dinilai dapat menjadi lebih dari sekadar, tetapi menjadi penantang yang memulai perkembangan di sistem keuangan dan transaksi terdesentralisasi di dunia. 

Dia menjelaskan, semakin banyak masyarakat yang sadar akan nilai Bitcoin dan permintaan untuk dijadikan sebagai aset semakin meningkat, maka harganya akan selalu mengalami kenaikan.

“Hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk keuntungan dan menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk menyeimbangkan risiko dari uang fiat dalam mempertahankan nilai aset yang dimiliki,” katanya.

Keberadaan Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia semakin sulit untuk diabaikan begitu saja. Hal tersebut terutama karena Bitcoin semakin didukung oleh para investor besar dan institusi yang menggunakannya sebagai reserve asset.

ABI mencatat sedikitnya 8 bursa pedagang crypto asset yang telah terdaftar di BAPPEBTI, di antaranya Luno, Rekeningku, Indodax, Bitocto, Zipmex, Pintu, Upbit, dan Digital Exchange Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top