Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Bisnis-27 Ditutup Koreksi, Saham MDKA, SIDO dan AALI Pimpin Pelemahan

Pelemahan Indeks Bisnis-27 dipimpin oleh saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang turun 4,2 persen ke level 2280. Menyusul di belakangnya ada SIDO dan AALI yang turun masing-masing 1,88 persen dan 1,8 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 April 2021  |  15:45 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/4/2021). Pelemahan dipimpin oleh saham MDKA, SIDO dan AALI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan Bisnis Indonesia tersebut menutup perdagangan turun 0,39 persen atau 1,89 poin ke level 486,62.

Adapun, sepanjang hari indeks bergerak di rentang 488,51-482,7. Dengan sebanyak 11 saham bergerak ke zona merah, 9 saham ke zona hijau, dan 7 saham tidak bergerak dari posisi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan Indeks Bisnis-27 dipimpin oleh saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang turun 4,2 persen ke level 2280. Menyusul di belakangnya ada SIDO dan AALI yang turun masing-masing 1,88 persen dan 1,8 persen.

Adapun, saham yang memimpin penguatan yakni PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) yang naik 4,18 persen ke level 3240. Menyusul penguatan saham ACES dan INKP masing-masing naik 3,04 persen dan 2,14 persen.

Sementara itu, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali finis di zona merah untuk kedua kalinya dalam perdagangan pekan ini.

Sepanjang perdagangan Selasa (20/4/2021), indeks komposit terpantau terus bergerak di zona merah setelah dibuka melemah di level 6029,99. Bahkan indeks sempat kembali ke menyentuh level terendahnya hari ini di bawah 6.000 yakni 5997,94.

Kendati demikian, jelang akhir perdagangan indeks merangkak naik sehingga akhirnya parkir di level 6033,32 dengan koreksi 0,23 persen dari posisi penutupan kemarin.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 225 yang menghijau, sedangkan 259 memerah dan 162 lainnya menguning alias stagnan.

Kapitalisasi pasar di akhir perdagangan ada di level Rp7.172,63 triliun dan jumlah transaksi tercatat sebanyak Rp8,53 triliun. Investor asing kembali mencetak aksi jual bersih (net sell) senilai Rp108,87 miliar di seluruh pasar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan sejumlah sentimen menjadi penekan indeks komposit hari ini, baik dari global maupun domestik.

Dari global, Nafan menilai pasar tengah berhati-hati seiring dengan munculnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia, serta ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain kenaikan kasus Covid-19 secara global juga ikut memicu kekhawatiran pasar.

“Minimnya data makroekonomi global yang memberikan high positive impact terhadap pasar,” kata Nafan, Selasa (20/4/2021).

Sementara dari domestik, Nafan menyebut pasar masih menanti perkembangan rencana reshuffle kabinet yang dikabarkan akan terjadi pekan ini.

Adapun, di akhir perdagangan hari ini hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dinilai mampu memberikan dorongan bagi IHSG untuk finis di level yang lebih baik dibandingkan sepanjang sesi perdagangan.

“Terjadi penguatan IHSG meski masih ditutup di zona negatif. Meski BI memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, yang terpenting BI tetap mempertahankan suku bunga di level yang sama. Ini diapresiasi pasar,” tutur Nafan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top