Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pantau RDG BI, Rupiah Diprediksi Berbalik Lesu Besok

Nilai tukar rupiah diprediksi akan kembali melemah pada rentang Rp14.550-Rp14.560 per dolar AS untuk perdagangan besok.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 April 2021  |  19:29 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi berbalik melemah pada perdagangan Selasa (20/4/2021) besok seiring dengan sikap pasar yang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan tensi geopolitik antara AS dan China

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.547 per dolar AS Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,274 poin atau 0,3 persen ke level 91,282.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia hari ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.568 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,16 persen dari posisi Jumat (16/4/2021) Rp14.592 per dolar AS.

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, menguatnya rupiah pada hari ini disebabkan oleh tren serupa pada pasar non-deliverable forward (NDF).

Ia memaparkan, penguatan ini tidak terlepas dari penguatan indeks pada pasar NDF seperti di Hong Kong yang turut mempengaruhi sentimen psikologis investor pada pasar spot.

Sementara itu, dari luar negeri, Gubernur The Fed, Jerome Powell mengindikasikan bahwa perekonomian AS akan segera membaik dan berpotensi mendorong kenaikan inflasi. Meski demikian, hal ini belum dibarengi dengan sinyal dari bank sentral untuk mengakomodasi perubahan ini.

Yusuf melanjutkan, pergerakan rupiah besok salah satunya akan dipengaruhi oleh masalah geopolitik antara AS dan China. Ia memaparkan, masalah kedua negara yang kini turut melibatkan Jepang berpotensi menekan pergerakan mata uang rupiah.

“Konflik antara negara-negara tersebut meningkatkan potensi munculnya perang dagang jilid baru,” kata Yusuf saat dihubungi pada Senin (19/4/2021).

Sementara itu, dari dalam negeri pasar akan memantau keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan. Ia mengatakan, BI masih akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Yusuf memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali melemah pada rentang Rp14.550-Rp14.560 per dolar AS untuk perdagangan besok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah bank indonesia Rupiah Suku Bunga
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top