Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BRMS Rampungkan Rights Issue Rp1,6 Triliun, Lepas 22,9 Miliar Saham

BRMS melaporkan bahwa seluruh pemegang saham yang tercatat di daftar pemegang saham perusahaan per 30 Maret 2021 telah melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan dalam rights issue.
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS)./Istimewa
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bumi Resources Minerals Tbk. merampungkan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp1,6 triliun.

Emiten berkode saham BRMS itu melaporkan bahwa seluruh pemegang saham yang tercatat di daftar pemegang saham perusahaan per 30 Maret 2021 telah melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan dalam rights issue.

BRMS menerbitkan 22,9 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp70 per saham. Dengan demikian, perseroan menghimpun dana segar mencapai Rp1,6 triliun. Adapun, periode pelaksanaan rights issue itu berakhir pada 9 April 2021.

Direktur Utama Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan rights issue ini menandakan adanya kepercayaan dari para pemegang saham terhadap perseroan.

“Kami akan menjunjung tinggi kepercayaan ini dan bekerja keras untuk mengoptimalkan nilai dari para pemegang saham kami,” ujar Suseno dikutip dari keterangan resminya, Senin (19/4/2021).

Adapun, dari dana hasil rights issue itu BRMS mengalokasikan US$23 juta untuk melakukan pengeboran di beberapa prospek emas di Poboya, Palu, Sulawesi.

Dari proyek itu perseroan berharap mendapatkan tambahan sekitar 15 juta-20 juta ton cadangan dan sumber daya bijih emas dari area itu. Hasil pengeboran akan disampaikan pada kuartal IV/2021 dan kuartal II/2022.

Selain itu, BRMS juga mengalokasikan sekitar US$5,25 juta dari hasil rights issue untuk melakukan pengeboran di beberapa prospek emas dan untuk mengembangkan lokasi tambang emas di Motomboto, Gorontalo Sulawesi.

BRMS juga akan menggunakan sekitar US$48 juta dari dana hasil rights issue untuk membangun pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas sebesar 4.000 ton bijih per hari di Poboya, Palu.

Konstruksi pabrik tersebut akan dimulai pada pertengahan 2022 dan diperkirakan selesai dan dapat beroperasi di kuartal I/2024.

BRMS juga tengah menyelesaikan konstruksi atas fasilitas pengolahan lainnya untuk menambah kapasitas pengolahan yang ada saat ini dari 500 untuk menjadi 4.500 ton bijih per harinya di Poboya, Palu yang diharapkan dapat mulai beroperasi pada kuartal II/2022.

“Kami berharap seluruh kerja keras kami dapat menambah nilai bagi para pemegang saham BRMS. Pabrik pengolahan bijih emas yang baru diharapkan dapat menambah jumlah Produksi Emas, Pendapatan, dan Laba Bersih dari BRMS. Penemuan atas cadangan dan sumber daya bijih emas juga diperkirakan akan dapat meningkatkan umur produktif tambang Perusahaan,” papar Suseno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper