Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Dibuka Terkoreksi, Tembus Level Rp14.600

Rupiah dibuka terkoreksi 0,12 persen atau 1,75 poin menjadi Rp14.612,50 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,07 persen ke level 92,1980
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 April 2021  |  09:29 WIB
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (13/4/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka terkoreksi 0,12 persen atau 1,75 poin menjadi Rp14.612,50 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,07 persen ke level 92,1980

Sebelumnya, FX Senior Dealer Bank Sinarmas Deddy mengatakan pelemahan rupiah yang terjadi pada Senin kemarin dipicu oleh tekanan outflow dari pasar saham yang terkoreksi lebih dari 2 persen.

Di samping itu, rilis data domestik yang kurang menggembirakan juga turut menekan nilai tukar rupiah. Data Retail Sales Indonesia bulan Februari berada di level -18. 1 persen, atau meleset dari perkiraan - pada level 11 persen.

Deddy mengatakan, tren pelemahan Rupiah kemungkinan akan berlanjut pada hari ini. Hal tersebut seiring dengan tekanan yang masih akan dihadapi mata uang garuda. 

"Namun pelemahan rupiah masih terbatas di kisaran Rp14.600 - Rp14.700 seiring dengan rilisnya data China trade balance besok pagi," katanya saat dihubungi Senin (13/4/2021).

Sebelumnya, Macroeconomic Analyst Bank Danamon Irman Faiz menjelaskan belakangan ini rupiah cukup tertekan karena faktor musiman permintaan korporasi akan dolar AS yang tinggi pada April - Mei. Adapun, periode tersebut merupakan musim pembagian dividen dari perusahaan multinasional.

“Selain itu, kegiatan impor cenderung juga mulai menunjukkan arah positif seiring dengan aktivitas manufaktur domestik yang terus ekspansif juga turut berkontribusi untuk permintaan valas,” kata Faiz kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Di sisi lain, tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun atau US Treasury yang mulai turun sehingga mendorong aliran modal masuk ke pasar obligasi Tanah Air disebut bisa menjadi penahan laju pelemahan rupiah. 

Namun, perlu diingat bahwa inflow tersebut akan terjadi bertahap.

Dari dalam negeri, peran bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga akan dicermati oleh pelaku pasar. 

 

“Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kami melihat potensi pelemahan rupiah untuk beberapa waktu masih akan berlanjut dengan rentang Rp14.500 - Rp14.600,”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top