Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Lo Kheng Hong (PTRO) Targetkan Kontrak Baru US$300 Juta pada 2021

Terdapat sejumlah negosiasi kontrak yang tengah berjalan, menyusul kontrak baru yang didapatkan perseroan belum lama ini dengan PT Kartika Selabumi Mining (KSM) dan PT Palm Mas Asri.
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan./petrosea.com
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan./petrosea.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor jasa pertambangan, PT Petrosea Tbk, menargetkan penambahan kontrak baru pada tahun ini mencapai US$300 juta.

Direktur Keuangan Petrosea Romi Novan Indrawan mengatakan bahwa terdapat sejumlah negosiasi kontrak yang tengah berjalan, menyusul kontrak baru yang didapatkan perseroan belum lama ini dengan PT Kartika Selabumi Mining (KSM) dan PT Palm Mas Asri.

Adapun, kontrak dengan KSM dan Palm Mas Asri itu senilai Rp2,7 triliun, sedangkan kontrak yang masih dalam proses negosiasi adalah kontrak jasa EPC dengan estimasi nilai kontrak mencapai US$112 juta.

“Dengan demikian, kami menargetkan tambahan kontrak baru tahun 2021 sekitar US$300 juta,” ujar Romi kepada Bisnis, Selasa (13/4/2021).

Romi menjelaskan bahwa perseroan melihat prospek kinerja yang lebih baik pada tahun ini, didukung oleh kenaikan harga batubara yang juga akan berkontribusi positif terhadap harga kontrak pertambangan batubara.

Pada 2020, mencatatkan pendapatan senilai US$340,68 juta atau turun 28,49 persen dibandingkan perolehan 2019 senilai US$476,44 juta. Namun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari PTRO ini mengalami kenaikan 3,54 persen menjadi US$32,27 juta dari sebelumnya US$31,17 juta.

Hingga saat ini, kontribusi kontrak terbesar bagi emiten berkode saham PTRO itu berasal dari PT Kideco Jaya Agung dan PT Freeport Indonesia.

Pada 2021, perseroan menerima target volume produksi 2021 dari Kideco sebesar 15,1 juta ton batubara dengan volume lapisan penutup sebesar 69,3 juta BCM.

Sementara itu, dari pelanggan lainnya, PT Indonesia Pratama yang merupakan anak usaha PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) target produksi 2021 sebesar 17,2 juta ton batubara dengan volume lapisan penutup 44,5 juta BCM.

Di sisi lain, emiten entitas usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY) itu, memiliki strategi diversifikasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi yang akan menjadi enabler dan pilar kunci perseroan untuk terus mengembangkan value proposition kepada seluruh pelanggan, investor dan stakeholder.

Dia menekankan, strategi dekarbonisasi sangat penting untuk dilaksanakan, sehingga ke depan Petrosea dapat memanfaatkan energi dengan cara yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan untuk kepentingan generasi yang akan datang.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Selasa (12/4/2021) emiten yang 15,01 persen sahamnya digenggam oleh Lo Kheng Hong ini melemah 0,5 persen atau 10 poin ke level Rp2.010 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper