Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nusantara Infrastructure (META) Klaim Struktur Keuangan Kuat, Siap Garap Proyek Infrastruktur

Presiden Direktur Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan saat ini perbandingan utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perseroan tercatat sebesar 0,6 kali atau jauh dari ambang batas 2,3 kali.
Pembangkit Listrik Tenaga Air Lau Gunung, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Pembangkit ini dikelola oleh PT Inpola Meka Energi, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk./meta
Pembangkit Listrik Tenaga Air Lau Gunung, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Pembangkit ini dikelola oleh PT Inpola Meka Energi, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk./meta

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk. mengaku siap untuk menjajaki proyek infrastruktur baru mengingat struktur keuangan perseroan yang kuat.

Presiden Direktur Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan saat ini perbandingan utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perseroan tercatat sebesar 0,6 kali atau jauh dari ambang batas 2,3 kali.

“Dari segi keuangan, kami salah satu pebisnis infrastruktur dengan capital structure yang cukup kuat saat ini. Kami tidak terbebani dengan utang dan masih banyak space untuk menambah loan,” jelas Ramdani kepada Bisnis, Selasa (30/3/2021).

Dengan posisi yang cukup baik untuk ekspansi ke depan, Ramdani mengimbuhkan, perseroan tengah membidik sejumlah proyek infrastruktur mulai dari pembangkit listrik maupun air minum.

Tak hanya itu, perseroan juga fokus untuk melakukan tender konstruksi jalan tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami. Adapun, proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami ini bakal memakan investasi yang besar dengan nilai proyek Rp21 triliun.

Emiten dengan kode saham META ini akan mengerjakan proyek tersebut lewat konsorsium Jakarta Metro Expressway bersama PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Di dalamnya, META memegang porsi kepemilikan terbesar.

“Untuk proyek strategis, kami kan mayoritas. [Pendanaan] sebagian kami bisa gunakan utang sebagian dari pemegang saham dan sisanya dari kas perusahaan,” imbuh Ramdani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper