Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sadis! IHSG Turun 1,8 Persen ke 6.055, Saham BRI Makin Dilepas Asing

Pada pukul 14.16 WIB, IHSG anjlok 1,81 persen atau 111,69 poij menuju 6.055,12. IHSG sempat menyentuh level terendah 6.052,22.
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) semakin melesu pada sesi II perdagangan Selasa (30/3/2021) seiring dengan derasnya aksi jual asing.

Hingga akhir sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG anjlok 1,13 persen atau 69,67 poin menuju 6.097,14. Sepanjang pagi ini, indeks bergerak di rentang 6.079,97-6.170,67.

Namun, pada pukul 14.16 WIB, IHSG anjlok 1,81 persen atau 111,69 poij menuju 6.055,12. IHSG sempat menyentuh level terendah 6.052,22.

Sebanyak 99 saham menguat, 385 saham melemah, dan 133 stagnan. Total transaksi mencapai Rp8,24 triliun, dengan aksi jual bersih investor asing atau net sell Rp355,63 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak dilego asing dengan net sell Rp269,3 miliar. Saham BBRI pun turun 4,87 persen menuju Rp4.490.

Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan net sell Rp45,8 miliar. Saham ASII turun 1,81 persen menjadi Rp5.425.

Sementara itu, saham bank BUMN jumbo lainnya, BBNI dan BMRI juga turun dalam siang ini, masing-masing 4,13 persen menuju Rp5.800, dan 1,18 persen ke level Rp6.300.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (29/3/2021), IHSG ditutup di level 6.166,82 setelah terkoreksi 0,46 persen atau 28,75 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.165,55-6.230,99.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas Pratama menyampaikan minimnya sentimen positif dari domestik menyebabkan IHSG melemah pada awal pekan. Fluktuasi harga minyak juga terjadi jelang pertemuan OPEC+.

Di sisi lain, dari luar negeri pelaku pasar masih menunggu detail paket infrastruktur pemerintahan Joe Biden, yang diperkirakan bernilai US$3 triliun.

"Hari ini IHSG diperkirakan cenderung melemah," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper