Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020). - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Premium

Asa Ramadan Sri Rejeki Isman (SRIL) di Tengah Bayang-bayang Surat Utang

30 Maret 2021 | 09:42 WIB
Seperti emiten-emiten lainnya, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) sedang harap-harap cemas menanti berkah Ramadan dan Idulfitri terhadap kinerja perusahaan. Apa hubungannya dengan peringkat surat utang emiten garmen ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Ramadan semestinya menjadi momen yang dinanti-nanti oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL). Namun, tekanan utang membawa awan kelabu bagi emiten garmen itu.

Ramadan dan Idulfitri umumnya menjadi waktu bagi perusahaan ritel, garmen dan tekstil, serta konsumer untuk mengalap berkah. Pekan lalu, Wakil Direktur Utama SRIL Iwan Kurniawan Lukminto juga mengamini hal ini.

Dia mengatakan momentum Ramadan adalah periode yang penting dalam penjualan perusahaan. Tahun ini pun ada indikasi perbaikan penjualan dibandingkan kondisi 2020.

"Dan memang terlihat dari adanya peningkatan pembelian domestik oleh konsumen kami," ujar Iwan kepada Bisnis, Rabu (24/3/2021).

Sepanjang tahun lalu, seperti halnya perusahaan tekstil dan produk tekstil lainnya, SRIL harus beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dengan menggenjot produksi Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan pakaian yang aman. Pengiriman untuk pasar ekspor pun terhambat lantaran selama Maret-April 2020, pelabuhan-pelabuhan di Eropa banyak tutup karena efek pandemi.

Pasar tekstil baru dapat bernapas sejak Juni 2020. Bulan berikutnya disebut sebagai periode pemulihan bagi pasar domestik.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top