Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Perkasa Bagai Superman, Rupiah Lesu Lagi

Berdasarkan data Bloomberg, hari ini rupiah melemah 0,01 persen atau 1,5 poin ke level Rp14.426,5 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah berfluktuasi di rentang harga Rp14.426,5-Rp14.460.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  16:00 WIB
 Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menghitung uang di salah satu kantor cabang BNI di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menghitung uang di salah satu kantor cabang BNI di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada penutupan perdagangan Kamis (25/3/2021).

Pelemahan ini terjadi setelah meningkatkan kepercayaan investor terhadap pemulihan ekonomi AS, yang menguatkan dolar AS menembus level 92.

Berdasarkan data Bloomberg, hari ini rupiah melemah 0,01 persen atau 1,5 poin ke level Rp14.426,5 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah berfluktuasi di rentang harga Rp14.426,5-Rp14.460. Adapun, indeks dolar pukul 15.38 WIB menguat 0,14 persen ke level 92,66.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.464 per dolar AS, melemah 9 poin poin atau 0,06 persen dari posisi kemarin, Rabu (25/3/2021) Rp14.455 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan faktor eksternal menjadi penyebab utama melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali kepercayaan terhadap pemulihan ekonomi AS saat mereka bersaksi di depan Kongres.

Yellen mengatakan dia terbuka untuk bank yang membeli kembali saham dan membayar dividen, sehari setelah dia mempertimbangkan kenaikan pajak untuk mendanai peningkatan infrastruktur dan investasi lainnya dan memicu alarm investor.

Powell menambahkan bahwa 2021 akan menjadi tahun yang sangat, sangat kuat dalam kasus yang paling mungkin terjadi.

"Namun, inflasi tetap menjadi perhatian investor, dengan gangguan dalam rantai pasokan yang menimbulkan tekanan biaya bagi produsen. Indeks manufaktur dan jasa hari Rabu menunjukkan bahwa aktivitas pabrik AS meningkat pada bulan Maret 2021," ujarnya Kamis (25/3/2021).

Sementara itu, Eropa terus berjuang melawan gelombang ketiga kasus Covid-19. Namun, bahkan penutupan ketat Jerman yang diperpanjang gagal memulihkan kepercayaan pada prospek ekonomi regional.

Adapun sentimen dalam negeri sempat membuat pelemahan nilai tukar rupiah tidak terlalu dalam pada perdagangan hari ini. Perekonomian Indonesia sudah menunjukan sinyal positif pada tahun 2021, kebangkitan ekonomi diprediksi akan mencapai lebih dari 4 persen.

"Untuk itu, pemerintah terus memberikan stimulus berupa berbagai paket kebijakan yang memudahkan dan mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bertahan, Bansos, BLT dan lain-lain yang bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pasca pandemi Covid-19," urainya.

Saat ini, terang Ibrahim Indonesia masih memasuki fase resesi walaupun kuartal I/2021 belum terlihat prosentase angkanya. Namun, pemerintah terus memacu dan menggerakan sektor ekonomi dari berbagai strategi guna untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi dinilai positif tidak hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan juga dari dampak program-program pemerintah pada ketahanan dunia usaha dan masyarakat dan mendorong agar semua elemen masyarakat terus bergotong-royong mencapai kondisi ideal bagi pertumbuhan ekonomi.

Selain itu perbankan sudah menurunkan suku bunga kreditnya tujuannya agar pengusaha menengah ke bawah bisa kembali melakukan pinjaman ke bank agar usahanya kembali berjalan. Ini semua bertujuan untuk membantu perekonomian kembali pulih.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.405-Rp14.440 per dolar AS," urainya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top