Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks LQ45 Menguat, Tapi Belum Mampu Kerek IHSG Pagi Ini

Indeks yang memiliki konstituen 45 saham terlikuid ini mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen menjadi 926,35 pada pukul 09.12 WIB.
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks saham terlikuid LQ45 mampu bertahan di zona hijau ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pagi ini, Kamis (25/3/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks yang memiliki konstituen 45 saham terlikuid ini mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen menjadi 926,35 pada pukul 09.12 WIB.

Namun, kenaikan harga saham di indeks LQ45 belum mampu mengangkat performa IHSG. Indeks komposit masih turun 0,18 persen di level 6.145 pada waktu yang sama.

Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) tercatat mengalami kenaikan harga tertinggi sebesar 2,79 persen menjadi Rp3.320 per saham.

Selanjutnya saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) naik 2,31 persen menjadi Rp2.650 diikuti saham PT Medco Energi Tbk. (MEDC) yang menguat 1,89 persen menjadi Rp600.

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya mengatakan pelemahan IHSG belakangan ini sejalan dengan depresiasi sejumlah indeks saham di kawasan Asia Pasifik akibat kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19 dan lockdown di Eropa.

“Beberapa investor tetap waspada di belakang volatilitas yang tinggi dari imbal hasil Treasury AS,” tulis Hariyanto dalam riset harian, Kamis (25/3/2021). 

Hariyanto pun menunjukkan indeks saham di AS juga mengalami penurunan kemarin, Rabu (24/3/2021) lantaran growth stock kembali melemah terhadap value stock.

Hal itu terjadi setelah rilis laporan awal dari IHS Markit yang menunjukkan aktivitas sektor manufaktur dan jasa di Negeri Paman Sam meningkat kurang dari yang diharapkan pada Maret 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper