Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surya Esa (ESSA) Berbalik Rugi US$19,12 Juta pada 2020

Capaian tersebut berbanding terbalik dengan tahun 2019 saat perseroan mampu mencetak laba US$2,63 juta.
Manajemen PT Surya Esa Perkasa Tbk. saat menggelar paparan publik di Jakarta, Rabu (23/10/2019). - Bisnis - Muhammad Ridwan).
Manajemen PT Surya Esa Perkasa Tbk. saat menggelar paparan publik di Jakarta, Rabu (23/10/2019). - Bisnis - Muhammad Ridwan).

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten industri energi dan kimia, PT Surya Esa Perkasa Tbk., berbalik merugi pada 2020 seiring dengan banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham ESSA itu mencetak pendapatan sebesar US$175,51 juta pada 2020. Perolehan itu turun 20,97 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$221,91 juta.

Adapun, penurunan pendapatan terjadi di semua segmen, yaitu penjualan amonia menjadi hanya sebesar US$147,5 juta, penjualan elpiji sebesar US$24,52 juta, dan pendapatan jasa pengolahan sebesar US$3,48 juta.

Sejalan dengan penurunan pendapatan itu, beban pokok pendapatan perseroan turun menjadi US$166,13 juta, dibandingkan dengan posisi 2019 sebesar US$182,82 juta.

Kendati demikian, beban penjualan ESSA membengkak menjadi US$2,23 juta, atau melejit 769,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar US$257.152.

Dari itu, ESSA mencetak rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$19,12 juta, berbanding terbalik dengan 2019 perseroan berhasil mencetak laba US$2,63 juta.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan turun menjadi US$480,27 juta pada akhir 2020, dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$586,87 juta.

Total liabilitas itu terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar US$94,89 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$385,37 juta.

Sementara itu, total aset ESSA turun per akhir 2020 menjadi US$792,05 juta, lebih rendah daripada akhir 2019 sebesar US$895,31 juta. Kas dan setara kas perseroan turun 49,9 persen menjadi hanya sebesar US$73,77 juta dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$147,28 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper