Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Minyak Mentah Naik Jelang Rilis Data Permintaan Global dan Ekonomi AS

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April 2021 menguat 0,63 persen atau 0,41 poin ke level US$65,21 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 14.50 WIB.
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat/Bloomberg-David Paul Morris
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat/Bloomberg-David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Rabu (17/3/2021), di tengah penantian pelaku pasar terhadap gambaran permintaan global dan kesehatan ekonomi AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April 2021 menguat 0,63 persen atau 0,41 poin ke level US$65,21 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 14.50 WIB.

Sementara itu, minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Mei naik 0,51 persen atau 0,35 poin ke level US$68,74 per barel.

Laporan bulanan dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) dan pernyataan kebijakan Federal Reserve akan dirilis hari ini, menyusul data industri yang diperkirakan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS pekan lalu.

Jika data stok minyak AS dikonfirmasi oleh data resmi pemerintan, ini akan menjadi penurunan pertama sejak angka pemerintah, itu akan menjadi penurunan pertama sejak pertengahan Februari.

Pasar juga akan mencari kejelasan mengenai keadaan hubungan perdagangan AS-China setelah pembicaraan tingkat tinggi di Alaska akhir pekan ini.

Terlepas dari penurunan baru-baru ini, minyak masih naik hampir 34 persen pada 2021 menyusul pengurangan produksi dari anggota OPEC+ dan meningkatnya permintaan seiring peluncuran vaksin Covid-19.

Tingkat konsumsi kembali meningkat di beberapa negara termasuk AS, meskipun beberapa bagian Eropa masih berjuang untuk pulih.

Kepala analis pasar global Axi Stephen Innes mengatakan aksi ambil untung yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan hal wajar mengingat harga telah menguat sepanjang tahun ini.

"Namun, prospek ekonomi yang jauh membaik di tengah tekad OPEC untuk menurunkan persediaan masih jauh dari selesai," ungkap Stephen seperti dikutip Bloomberg, Rabu (17/3/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper