Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menguat hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (10/3/2021).
IHSG terpantau menguat 0,93 persen atau 57,76 poin ke level 6.257,41 pada akhir sesi I. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.225,45-6.276,16.
Sebanyak 255 saham menguat, 196 melemah, dan 153 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan pada sesi I mencapai 13,38 miliar saham dengan nilai Rp5,39 triliun.
Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 98,23 miliar di sesi I. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran aksi beli asing dengan total net buy Rp47,8 miliar.
Selain BBCA, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga diborong asing dengan raihan net buy Rp36,2 miliar. Saham TLKM menguat 2,43 persen ke Rp3.370 per saham.
Di sisi lain, investor asing ramai-ramai melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan total net sell sebesar Rp46 miliar, disusul PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mencatat net sell Rp29,2 miliar.
Sebanyak 9 dari 11 indeks sektoral klasifikasi IDX-IC menguat pada sesi I. Penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 1,72 persen, disusul sektor properti yang menguat 1,71 persen.
Di sisi lain, sektor industri dan teknologi melemah masing-masing 1,02 persen dan 0,57 persen sekaligus menahan penguatan IHSG lebih lanjut.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG masih akan befluktuasi pada perdagangan hari ini.
secara teknikal, Lanjar mengatakan IHSG telah break out support rata-rata 50 hari dan 20 hari sebagai level pendukung kekuatan trend positif jangka pendek.
“Pelamahan IHSG membawa momentum bearish mendekati area oversold,” paparnya.
Selanjutnya, IHSG berpotensi menguji support lower bollinger bands di kisaran 6.175 dan support level di 6.152. Sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi berfluktuatif dengan mencoba bertahan di atas lower bands pada support resistance 6.152-6.260.