Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 143 setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020). - ANTARA FOTO/Ampelsa
Premium

Taktik GIAA, BIRD, hingga ABMM Mencuil Kue Logistik

10 Maret 2021 | 07:00 WIB
Sektor logistik yang kian menjanjikan di tengah pandemi membuat sejumlah emiten transportasi makin getol memacu lini bisnis ini agar kinerja pendapatan dapat lebih moncer pada 2021.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten transportasi optimistis bisnis logistik kian menjanjikan di tengah penyebaran pandemi Covid-19.

Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menyebut pendapatan dari lini bisnis kargo sebelum pandemi Covid-19 hanya berkisar 10 pesen dari total pendapatan. Namun, kontribusi naik menjadi 30 persen bahkan meningkat hingga 70 persen ketika sepi penumpang di tengah penyebaran virus corona.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan pengangkutan kargo telah memberikan kesempatan bagi emiten berkode saham GIAA ini untuk terlibat dalam aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pemulihan ekonomi di daerah.

Emiten BUMN itu menyulap dua unit pesawat Airbus menjadi angkutan kargo. Menurut Irfan, sejumlah pemerintah daerah telah melakukan kerja sama ekspor langsung ke negara tujuan produk daerahnya seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Bali, Padang, dan Jawa Barat.

“Ke depan, di kondisi normal bisnis kargo kami upayakan bisa 30 persen—40 persen, ada sedikit shifting kami fokus sediakan kapal khusus kargo,” paparnya, baru-baru ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top