Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Bank Mini Pesta Pora Jadi Jawara Sepekan

Saham bank-bank kecil menguasai daftar top gainers sepekan 1 Maret 2021 — 5 Maret 2021.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 06 Maret 2021  |  03:49 WIB
Direktur Utama PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) Johan Rose (tengah) dengan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat seremoni pencatatan perdana saham IKAN pada Rabu (10/2/2020). - Bisnis / Pandu Gumilar
Direktur Utama PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) Johan Rose (tengah) dengan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat seremoni pencatatan perdana saham IKAN pada Rabu (10/2/2020). - Bisnis / Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA — Lima bank kecil masuk ke dalam daftar 10 besar saham dengan kenaikan harga saham terbesar pekan pertama Maret 2021.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Sabtu (6/3/2021), PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) menempati  posisi teratas daftar top gainers sepekan dengan kenaikan harga saham 179,69 persen ke level Rp179.

Di bawah IKAN, mayoritas penghuni top gainers diisi oleh emiten perbankan kecil.

PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) berada di posisi kedua dengan kenaikan harga 174,14 persen dalam sepekan menuju Rp318.

Selanjutnya, PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) naik 142,57 persen ke level Rp1.225. Kenaikan harga saham signifikan juga dibukukan oleh PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) sebesar 124,86 persen dalam sepekan ke Rp805.

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) menempati urutan ketujuh top gainers sepekan dengan kenaikan harga saham 98,15 persen ke posisi Rp535.

PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) berada di posisi kedelapan dengan naik 94,15 persen menuju Rp3.320.

Berdasarkan catatan Bisnis, ada beberapa penyebab yang membuat saham bank mini meroket. Salah satunya wacara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelesaikan ketentuan bank digital.

Selain itu, bank kecil digadang-gadang akan melakukan aksi korporasi untuk menenuhi ketentuan OJK soal struktur permodalan yakni minimal Rp1 triliun pada 2020, Rp2 triliun pada awal 2021, dan Rp3 triliun pada akhir 2022.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bei perbankan Kinerja Emiten
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top