Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Pertamina, Elnusa (ELSA) Raih Laba Rp249 Miliar pada 2020

Dalam laporan keuangan 2020 di Harian Bisnis Indonesia, manajemen menyebutkan meraih pendapatan Rp7,73 triliun. Nilai itu menurun 7,85 persen year on year (yoy) dibandingkan raihan pendapatan Rp8,38 triliun pada 2019.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  10:39 WIB
Aktivitas operasional PT Elnusa Tbk. Anak usaha Pertamina ini berencana menerbitkan sukuk ijarah dengan target Rp700 miliar guna memenuhi kebutuhan modal kerja. - elnusa.co.id
Aktivitas operasional PT Elnusa Tbk. Anak usaha Pertamina ini berencana menerbitkan sukuk ijarah dengan target Rp700 miliar guna memenuhi kebutuhan modal kerja. - elnusa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas anak PT Pertamina (Persero), PT Elnusa Tbk. (ELSA) membukukan penurunan kinerja pada 2020.

Dalam laporan keuangan 2020 di Harian Bisnis Indonesia, manajemen menyebutkan meraih pendapatan Rp7,73 triliun. Nilai itu menurun 7,85 persen year on year (yoy) dibandingkan raihan pendapatan Rp8,38 triliun pada 2019.

Beban pokok pendapatan pada 2020 juga menurun menjadi Rp6,98 triliun dari sebelumnya Rp7,51 triliun. Namun, Laba bruto ELSA pada tahun lalu masih menyusut menuju Rp742,47 miliar dibandingkan Rp871,08 miliar pada 2019.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun mencapai Rp249,08 miliar pada 2020. Nilai laba bersih itu terkoreksi 30,13 persen yoy dibandingkan Rp356,47 miliar pada 2019.

ELSA menggunakan kas neto untuk investasi sejumlah Rp483,16 miliar pada tahun lalu, berkurang dari sebelumnya Rp671,11 miliar. Kas dan setara kas pada akhir 2020 mencapai Rp1,23 triliun, naik dari akhir 2019 sejumlah Rp856,12 miliar.

Liabilitas Elnusa mencapai Rp3,82 triliun pada 2020, naik dari tahun sebelumnya Rp3,23 triliun. Liabilitas jangka pendek mencapai Rp2,57 triliun sedangkan liabilitas jangka panjang Rp1,25 triliun pada 2020.

Namun, ekuitas ELSA berhasil menanjak menjadi Rp3,74 triliun pada 2020, dari tahun sebelumnya Rp3,57 triliun. Total aset ELSA pun mencapai Rp7,56 triliun pada 2020, naik dari sebelumnya Rp6,8 triliun.

Sebelumnya, manajemen Elnusa melihat potensi pemulihan kinerja tahun ini dan memproyeksi pendapatan 2021 lebih dari Rp7 triliun, sedangkan laba bersih dapat mencapai di atas Rp200 miliar.

Head of Corporate Communication Elnusa Wahyu Irfan mengatakan bahwa perbaikan harga minyak dunia umumnya akan mendorong aktivitas eksplorasi migas nasional.

“Bila aktivitas eksplorasi meningkat, tentunya permintaan jasanya juga akan meningkat. Hal ini tentu positif untuk ELSA,” ujar Wahyu kepada Bisnis, Kamis (11/2/2021).

ELSA menyiapkan sejumlah strategi untuk memacu kinerja tahun ini, terutama untuk mendukung target produksi 1 juta barel oleh SKK Migas.

Strategi tersebut antara lain, menjaga produksi yang ada dengan mengembangkan Hydraulic Workover & Drilling Unit (HWD-Unit) sehingga biaya pengeboran untuk sumur baru lebih kompetitif.

Selain itu, strategi ELSA lainnya adalah dengan mempercepat periode resources to production, menerapkan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan giant discoveries.

Adapun, ELSA mengalokasikan capex 2021 sekitar Rp600 miliar yang akan berasal dari kantong internal dan eksternal.

Capex itu akan dialokasikan ke semua lini bisnis secara proporsional, di antaranya untuk investasi peralatan HWD Unit, Coiled Tubing Unit, hingga penambahan armada mobil tangki maupun infrastruktur Terminal BBM dan LPG.

Namun, Wahyu menjelaskan bahwa realisasi capex tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan berjalan, bisa bertambah atau berkurang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina elnusa Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top