Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dongrak Laba, Itama Ranoraya (IRRA) Ubah Model Bisnis

PT Itama Ranoraya Tbk berencana mengubah model bisnisnya dari distributor alat kesehatan menjadi pabrik alat kesehatan.
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2021 sebesar 100 persen serta mengubah model bisnisnya dari distributor alat kesehatan menjadi pabrik alat kesehatan.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengungkapkan tingginya realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2020, masih akan berlanjut pada 2021. Dia menambahkan, pendapatan dan laba bersih tahun ini diharapkan bisa tumbuh 80 persen hingga 100 persen.

"Untuk mencapai target tersebut, perseroan masih mengandalkan produk Jarum Suntik ADS, Mesin Apheresis (Plasma Darah), Antigen Test dan produk baru yaitu Avimax, produk imunomodulator yang akan mulai dipasarkan di kuartal I tahun ini," ujarnya, Senin (22/2/2021).

Heru menambahkan target pertumbuhan tersebut merupakan murni pertumbuhan organic, di luar rencana akuisisi serta pembentukan JV yang ada dalam pipeline aksi korporasi perseroan pada 2021.

“Kami optimis, untuk target pertumbuhan 80--100 persen di tahun ini, produk alat kesehatan yang kami miliki adalah produk kesehatan yang sifatnya primer terkhusus dalam penanggulangan Covid-19 saat ini," jelasnya.

Emiten bersandi IRRA juga menargetkan bisa merealisasikan transformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan innovator peralatan medis. Dengan demikian, pertumbuhan perusahaan dapat lebih berkelanjutan.

Heru optimistis target pertumbuhan dan transformasi ini dapat terealisasi pada 2021. IRRA membukukan kenaikan laba bersih pada 2020 sebesar 82,3 persen (YoY) menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan dengan 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar. 

Kenaikan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan perseroan pada 2020 sebesar Rp563,89 miliar atau tumbuh 100,1 persen dari pendapatan 2019 sebesar Rp281,75 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper