Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tarik Minat Startup Untuk IPO, Begini Upaya yang Dilakukan BEI

BEI telah merancang program bernama IDX Incubator untuk menarik lebih banyak perusahaan rintisan untuk memanfaatkan pasar modal. Program ini telah dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia seperti jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan beragam upaya untuk menarik perusahaan-perusahaan rintisan (startup) untuk menggalang modal dari pasar saham.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan, selain menarik perusahaan-perusahaan berskala besar untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), pihak bursa juga terus berupaya membawa perusahaan rintisan (startup) ke lantai bursa.

“Kami selalu memberikan kesempatan ke semua perusahaan dengan beragam skala, termasuk startup, asalkan perusahaan tersebut prospektif,” ujarnya dalam Acara Gathering Pemimpin Redaksi Media Massa dengan Komisaris dan Direksi BEI, Kamis (11/2/2021).

Guna menarik lebih banyak perusahaan rintisan untuk memanfaatkan pasar modal, BEI telah merancang program bernama IDX Incubator. Nyoman menjelaskan, program ini telah dilakukan pada beberapa kota besar di Indonesia seperti jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Melalui program tersebut, BEI mencoba mengajak startup untuk mengutilisasi pasar modal dengan memberikan pendidikan-pendidikan dan bantuan terkait lainnya. Salah satu bentuk pendidikan yang diberikan BEI adalah melakukan validasi model bisnis startup.

Selain itu, otoritas bursa juga membantu perusahaan rintisan dari sisi legalitas untuk perusahaan tercatat agar pemahaman terkait pasar modal semakin baik. BEI juga turut membantu startup-startup dalam IDX Incubator dalam melakukan networking.

Nyoman mengatakan, dari seluruh peserta IDX Incubator, 18 persen diantaranya berasal dari sektor pelayanan perangkat lunak (software service). Menyusul dibelakangnya adalah bidang teknologi finansial (financial technology/fintech).

Selanjutnya, sebanyak 13 persen dari peserta IDX Incubator berasal dari sektor e-commerce dan 4 persen lainnya dari bidang internet of things (IOT). BEI juga mencatat perusahaan rintisan di bidang pendidikan yang memanfaatkan teknologi.

“Kami ingin menciptakan lingkungan pasar modal Indonesia yang dapat mengakomodasi pertumbuhan untuk semua skala usaha,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper