Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sentimen Domestik dan Global Positif, IHSG Tetap Perkasa Pekan Ini

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (11/2/2021), IHSG naik 0,33 persen atau 20,69 poin menjadi 6.222,52. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.194,01-6.232,85.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah katalis positif dari dalam dan luar negeri turut berperan dalam tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (11/2/2021), IHSG naik 0,33 persen atau 20,69 poin menjadi 6.222,52. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.194,01-6.232,85.

Terpantau 244 saham naik, 215 saham melemah, dan 178 saham stagnan. Total transaksi saham mencapai Rp10,56 triliun.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp16,46 miliar. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi yang paling banyak dilego asing dengan net sell Rp103,6 miliar. Saham ASII koreksi 0,85 persen menjadi Rp5.850.

Adapun, selama 4 hari perdagangan, IHSG tercatat ditutup menguat sebanyak 3 kali. Sedangkan, pelemahan terjadi pada perdagangan hari Selasa (9/2/2021) lalu. Bursa akan libur pada Jumat (12/2/2021) besok bertepatan dengan perayaan tahun baru Imlek.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, sepanjang pekan ini, pergerakan IHSG salah satunya dipengaruhi oleh prospek kemunculan paket stimulus dari AS. Menurutnya, pasar mengapresiasi komitmen Biden yang akan menetapkan kebijakan stimulus fiskal senilai US$1,9 triliun.

Selain itu, pelaku pasar juga merespons positif program vaksinasi virus Corona yang telah berjalan. Hal ini kian meningkatkan harapan pasar akan pemulihan ekonomi global yang berjalan lebih cepat.

Di sisi lain, pasar juga menyambut kebijakan pelonggaran moneter yang dilakukan oleh The Fed. Pelonggaran tersebut pun turut berimbas pada reli harga komoditas dunia yang terjadi pekan ini.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar mengapresiasi peran pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.

“Komitmen Bank Indonesia (BI) dalam terus menerapkan kebijakan quantitative easing (QE) juga direspons positif oleh pasar,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper