Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Widodo Makmur (WMUU) Teruskan Ekspansi Pabrik Unggas

Fokus perseroan pada penguatan lini bisnis hilir termasuk pemotongan dan pengolahan daging terbukti meningkatkan profitabilitas.
Janlika Putri
Janlika Putri - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  12:54 WIB
Salah satu proses mengolah daging di pabrik PT Widodo Makmur Unggas. Istimewa
Salah satu proses mengolah daging di pabrik PT Widodo Makmur Unggas. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perunggasan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) meneruskan ekspansi sejumlah pabrik di Pulau Jawa.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi mengatakan perusahaan berinvestasi dalam fasilitas dan teknologi yang signifikan dengan memaksimalkan potensi sinergi.

Perusahaan juga melakukan penelitian dan pengembangan khusus pada produk yang ada dengan tujuan meningkatkan kualitas dan efisiensi proses di downstream. Fokus perseroan pada penguatan lini bisnis hilir termasuk pemotongan dan pengolahan daging terbukti meningkatkan profitabilitas.

"Dengan rencana ekspansi dalam beberapa tahun ke depan, Perseroan bertujuan untuk mengakomodasi potensi pertumbuhan permintaan daging ayam," jelas Ali dalam keterangan resmi, Senin (8/2/2021).

Saat ini, WMUU memiliki beberapa pabrik untuk mendukung usahanya. WMUU memiliki pabrik pakan ternak berlokasi di Balaraja. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 6 ton per jam atau 36.000 ton per tahun. 

Selanjutnya, WMUU memiliki dua breeding farm Grand Parent Stock (GPS). Yang pertama berlokasi di Beji Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta. Saat ini kapasitasnya mencapai 32.000 ayam umur sehari atau Day Old Chicks (DOC) GPS. Kapasitas maksimum fasilitas ini bisa mencapai 64.000 DOC GPS. Sebagai gambaran 1 GPS setara 40 PS. 

Fasilitas kedua berlokasi di Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat. Pada April 2020, fasilitas breeding farm GPS telah digunakan sebagai fasilitas PS. Fasilitas ini berkapasitas 40.000 DOC PS. 1 GPS setara 40 PS. Kemudian, Parent Stock breeding farm di Tonggor, Gunungkidul, Yogyakarta berkapasitas 220.000 DOC PS. 1 PS setara 130 FS.

Untuk hatchery berlokasi di Kwangen, Gunungkidul, Yogyakarta. Kapasitas fasilitas ini mampu mencapai 2 juta telur per bulan. Sementara kapasitas maksimum bisa mencapai 4 juta telur per bulan.

Sementara, broiler commercial farm berlokasi di Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah berkapasitas 1,5 juta DOC FS 10,5 juta ayam per tahun. Lalu, layer commercial farm berlokasi di Bayar, Klaten, Jawa Tengah berkapasitas 26.000 DOC FS 9,36 juta telur per tahun.

WMUU juga memiliki slaughterhouse yang berlokasi di Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah berkapasitas 12.000 ayam per jam atau 70.560 ton per tahun. Ada juga fasilitas slaughterhouse di Jambakan, Klaten, Jawa Tengah berkapasitas 1.500 ayam per jam atau 6.500 ton per tahun.

Adapun, pada 19 Agustus2020 lalu,Perseroan melakukan ground breaking pabrik pakan ternak di Ngawi, Jawa Timur. Pabrik tersebut berlokasi di Widoraren dengan luas area 12,7 hektare (ha).

WMUU berhasil mempertahankan kinerja positifnya di tengah tekanan pandemi dan kelebihan pasokan ayam hidup (livebird) sepanjang tahun 2020. 

Seperti diketahui, selama dua tahun terakhir sejak akhir kuartal IV-2018 dan berlanjut sampai tahun 2020 telah terjadi kelebihan pasokan ayam hidup (livebird). Bahkan, sudah dua tahun terakhir semenjak awal tahun 2019, harga jual ayam hidup di tingkat peternak selalu di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).

Kondisi ini membuat peternak terpukul sehingga permintaan ayam hidup menurun drastis ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat ruang gerak aktivitas perekonomian terbatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik Kinerja Emiten Widodo Makmur Unggas
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top