Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Tandan buah segar kelapa sawit.  - Joshua Paul/Bloomberg
Premium

Prospek Harga CPO Usai Kembali 'Dibanting' Kebijakan India

02 Februari 2021 | 12:40 WIB
Setelah sempat mengalami kenaikan, harga minyak kelapa sawit mentah alias CPO kembali dibanting pada Selasa (2/2/2021) akibat kebijakan terbaru India. Bagaimana prospek komoditas CPO ke depan?

Bisnis.com, JAKARTA – Hanya butuh satu hari bagi komoditas komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk mengalami perubahan harga dari melonjak menjadi turun kembali.

Seperti diketahui, harga komoditas CPO Malaysia untuk kontrak aktif diperjualbelikan mengalami kenaikan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (1/2/2021). Harga kontrak pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatif mengalami kenaikan hampir 3 persen. Harga CPO menguat ke level 3.489 ringgit Malaysia per ton pada hari itu.

Namun, pada Selasa (2/2/2021) harga komoditas andalan ekspor Indonesia itu harus kembali turun lebih dari 1 persen. Bursa Malaysia Derivatif melaporkan harga CPO terkoreksi 1,26 persen ke 3.446 ringgit Malaysia per ton.

Kebijakan perpajakan baru dari India menjadi salah satu biang keladinya. Negeri Bollywood tersebut memberlakukan pajak tambahan atas impor CPO. Hal itu dilakukan lantaran negara importir minyak nabati terbesar di dunia tersebut mencoba membangun infrastruktur pertanian dalam negeri dengan mengenakan pajak impor.

Seperti dilansir dari The Stars Online, Selasa (2/2/2021) Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan pemerintah setempat memang memotong bea masuk impor minyak sawit mentah menjadi 15 persen dari 27,5 persen. Namun pada saat yang sama memberlakukan pajak tambahan yang dikenakan secara terpisah sebesar 17,5 persen.

"Ini adalah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan infrastruktur pertanian," kata Sitharaman.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top