Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4 - 2020). Bisnis / Dedi Gunawan
Premium

Fenomena Pom-pom Saham di Indonesia, AS, dan Korsel, Apa Bedanya?

02 Februari 2021 | 17:41 WIB
Fenomena pom-pom saham yang menimbulkan gejolak atau dinamika di pasar modal rupanya terjadi hampir bersamaan di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi di pasar saham akhir-akhir ini  menjadi perbincangan di jagat maya. Khususnya setelah para influencer berkoar-koar tentang saham jagoan mereka di media sosial.

Sebut saja, mulai dari Da'i kondang Yusuf Mansyur, Kaesang Pangarep, hingga Raffi Ahmad dan Ari Lasso berlomba-lomba mengomentari bahkan merekomendasikan saham. Dampaknya, saham-saham yang disebut publik figur tersebut terkerek, bahkan dalam waktu sekejap. 

Biasanya pom-pom saham dilakukan oleh oknum atau bisa juga bandar saham. Namun kini malah marak dari influencer.

Hal itu baru di Indonesia, fenomena pom-pom saham ternyata juga terjadi diberbagai belahan dunia, seperti Amerika Serikat hingga Korea Selatan.

Kalau di dalam negeri tren influencer suka ikut-ikutan pom-pom saham, di luar negeri pun marak terjadi. Salah satunya terjadi di AS. Namun bedanya, di Wall Street pelaku pom-pom saham bukan hanya influencer biasa namun dari kalangan pengusaha mobil listrik Tesla Inc. Elon Musk.

Saham salah satu peritel video game melonjak. Hal tersebut bermula dari grup diskusi saham WallStreetBets Reddit yang mendorong sejumlah trader pemula agar membeli saham GameStop. Saham terus melonjak, setelah pendiri Tesla Inc. Elon Musk men-tweet tautan ke utas Reddit tentang perusahaan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top