Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja 2020 Matahari (LPPF): Pendapatan Rp8,6 Triliun, Rugi Rp823 Miliar

Manajemen LPPF menjelaskan penjualan kotor pada 2020 mencapai Rp8,6 triliun. Nilai itu menurun 52,3 persen year on year (yoy) dari Rp18,03 triliun pada 2019.
Pramuniaga memasukkan barang belanjaan kedalam kantong plastik di salah satu gerai retail di Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019)./ANTARA-Yulius Satria Wijaya
Pramuniaga memasukkan barang belanjaan kedalam kantong plastik di salah satu gerai retail di Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019)./ANTARA-Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ritel entitas Grup Lippo, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) membukukan penurunan kinerja pada 2020.

Dalam bahan presentasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen LPPF menjelaskan penjualan kotor pada 2020 mencapai Rp8,6 triliun. Nilai itu menurun 52,3 persen year on year (yoy) dari Rp18,03 triliun pada 2019.

Laba kotor juga turun 54 persen yoy menuju Rp2,82 triliun dari sebelumnya Rp6,12 triliun. EBITDA pengelola gerai Matahari ini pun minus Rp22 miliar dibandingkan Rp2,21 triliun pada 2019.

Matahari mencatatkan rugi bersih Rp823 miliar pada 2020. Nilai itu berbalik dari laba senilai Rp1,37 triliun pada 2019.

Ekuitas LPPF pun pada 2020 berkurang menjadi Rp581 miliar dari sebelumnya Rp1,75 triliun. Total liabilitas dan ekuitas atau aset mencapai Rp6,37 trilliun, naik dari Rp4,83 triliun pada 2019.

Pada 2020, perusahaan mengoperasikan 147 toko. Pada kuartal IV/2020, LPPF menutup 4 gerai yang tidak menguntungkan, sehingga total selama 2020 perusahaan menyetop operasi 25 toko.

Sementara itu, 23 toko dari 147 toko berada dalam daftar pantauan. Setidaknya, manajemen akan menutup 6 gerai dari 23 toko dalam daftar pantauan tersebut pada 2021.

Pemulihan lalu lintas terganggu lagi oleh pembatasan aktivitas liburan pada 20 Desember 2020, diikuti oleh PPKM pada 21 Januari 2021.

"Bulan Januari dan Februari tetap menantang karena perpanjangan PPKM," imbuh manajemen LPPF.

Perusahaan pun secara ketat mengontrol pengeluaran dan mempertahankan kebijakan pengeluaran capex yang sangat rendah mengingat ketidakpastian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper