Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramai Aksi Korporasi di Lantai Bursa, Cerminan Optimisme Emiten?

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis per 25 Januari 2021, setidaknya ada 6 emiten yang akan melakukan penambahan modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai emisi lebih dari Rp5,76 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  09:46 WIB
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana penggalangan dana di pasar modal pada awal tahun ini mencerminkan optimisme emiten akan kondisi pasar yang lebih baik setelah tertekan pada masa pandemi 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis per 25 Januari 2021, setidaknya ada 6 emiten yang akan melakukan penambahan modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai emisi lebih dari Rp5,76 triliun.

Dari sisi penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement, terdapat 7 emiten yang akan menerbitkan saham baru dengan nilai emisi lebih dari Rp2,02 triliun. Secara total, penggalangan dana dari kedua jenis aksi korporasi itu mencapai lebih dari Rp7,79 triliun.

Nilai tersebut naik signifikan 148,88 persen dibandingkan kuartal I/2020 yang senilai Rp3,13 triliun terdiri dari emisi rights issue senilai Rp3,07 triliun dan private placement senilai Rp68 miliar.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menjelaskan bahwa rights issue tetap dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha dari penerbitnya terlepas dari bayang-bayang pandemi saat ini.

“Risiko sudah lebih kecil dengan mulainya program vaksinasi. Sehingga rights issue tujuannya untuk persiapan ekspansi bisnis apabila kondisi sudah lebih kondusif,” kata Frederik kepada Bisnis, Senin (25/1/2021).

Kendati demikian, Frederik mengingatkan momen yang paling aman untuk menggalang dana di pasar modal tetap setelah kondisi global jauh lebih stabil.

Pasalnya, investor masih memantau kondisi pandemi Covid-19. Apabila angka penderita virus corona masih meningkat dan pemerintah kembali memperketat pergerakan orang tentu pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, imbuh Frederik, emiten bakal tetap membutuhkan biaya jikalau pembatasan aktivitas ekonomi terjadi yang digunakan untuk pembiayaan operasional kegiatan.

Senada, Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia Anggaraksa Arismunandar menjelaskan optimisme pelaku pasar selain tercermin dari posisi IHSG yang sudah kembali ke masa prapandemi juga terlihat dari tingkat volume dan rata-rata transaksi harian bursa.

Seiring dengan pertumbuhan jumlah investor di pasar modal, saat ini volume dan transaksi harian bursa berkali-kali menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan pekan lalu, rata-rata transaksi harian mencapai Rp20,57 triliun.

Melihat pasar modal yang lebih ramai, lanjut Anggaraksa, emiten tampak terdorong untuk mencari pendanaan di lantai bursa alih-alih meminjam ke perbankan yang baru akan ekspansi kredit.

“Sudah tercermin optimisme dari emiten bahwa market juga lebih kondusif terutama kalau dibandingkan kuartal I tahun lalu. Maret itu kan persis di awal pandemi, orang banyak yang khawatir jadi agak jomplang [nilai emisi aksi korporasi],” jelas Anggaraksa.

Sementara kondisi belum dapat dipastikan aman, Anggaraksa memperkirakan kondisi pasar tetap akan berfluktuasi wajar.

Ditambah lagi sentimen negatif bisa datang dari pemberlakuan lockdown dari berbagai negara serta pembatasan sosial yang lebih ketat di dalam negeri. Selanjutnya investor juga akan terus mencermati dampak dari program vaksinasi.

“Kalau secara overall, kondisi market sekarang kami namakan optimis tapi tetap hati-hati atau forced optimistic. Pastinya masih akan ada turbulance, itu wajar,” ujar Anggaraksa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia Aksi Korporasi rights issue
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top