Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Ditutup Menguat Naik 0,26 Persen, Saham MTPS ARA

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 16,42 poin atau 0,26 persen ke level 6.389,43 pada akhir perdagangan. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 6.316,87-6.428,31.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  15:01 WIB
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan Senin (18/1/2021) seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi China.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 16,42 poin atau 0,26 persen ke level 6.389,43 pada akhir perdagangan. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 6.316,87-6.428,31, bolak-balik zona merah dan hijau.

Saham PT Meta Epsi Tbk. (MTPS) yang melonjak 34,53 persen menjadi Rp187 menjadi top gainers, sekaligus mengalami auto reject atas (ARA).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menuturkan sebenarnya IHSG saat ini masih dalam fase uptrend sehingga sangat wajar indeks kembali ke zona hijau. Adapun ketika ada koreksi, merupakan hal yang wajar karena aksi ambil untung dari para investor.

"Saat ini sebenernya masih dalam fase uptrend, dengan merah tadi akibat aksi profit taking atau koreksi wajar saja. Jadi memang masih sangat potensi untuk IHSG kita kembali naik," ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut dia memproyeksikan IHSG untuk pekan ini bergerak di level support antara 6.169-6.187 dan resistance di level 6.450-6.470.

Peningkatan IHSG terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi China periode 2020, yang melampaui ekspektasi.

Pertumbuhan ekonomi China melaju 2,3 persen pada tahun lalu sejalan dengan keberhasilan Negeri Panda dalam meredam dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (18/1/2021), laju perekonomian China pada tahun lalu ditopang dari ekspansi kuartal IV/2020 yang tumbuh 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekonom yang disurvei Bloomberg sebelumnya memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV/2020 sebesar 6,2 persen dan pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 2,1 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top