Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Pamer ke Jokowi, Sepanjang Pandemi IPO Indonesia Terbanyak di Asean

Pada 2020 jumlah perusahaan yang melakukan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering/IPO mencapai 53 perusahaan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  09:50 WIB
Dari kiri-kanan: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021, Senin (4/1 - 2021).
Dari kiri-kanan: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021, Senin (4/1 - 2021).

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan emiten baru selama pandemi jadi yang tertinggi di Asean. Dana yang terhimpun pun mencapai Rp118,7 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan terus fokus meningkatkan integritas pasar dengan serangkaian kebijakan dan langkah-langkah pengawasan yang lebih tegas.

"Dengan integritas pasar yang lebih baik, aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum relatif besar yaitu sebesar Rp118,7 triliun dengan 53 emiten baru. Pertumbuhan emiten baru ini merupakan yang tertinggi di Asean," ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Jumat (15/1/2021).

Acara tahunan yang mengambil tema Momentum Reformasi Jasa Keuangan Pasca Covid-19 dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang Inklusif itu turut dihadiri Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri, serta asosiasi dan lembaga jasa keuangan.

Adapun, sepanjang 2019, realisasi perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebanyak sebanyak 55 emiten, dengan nilai emisi sekitar Rp15,32 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah perusahaan yang akan melantai pada 2021 sebanyak 30 perusahaan.

Jumlah itu tergolong rendah lantaran pada 2020 jumlah perusahaan yang melakukan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering/IPO mencapai 53 perusahaan.

Realisasi pada 2020 tersebut mengantarkan Indonesia menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Asia Tenggara.

Tak hanya itu, jumlah IPO di bursa Indonesia sepanjang 2020 menduduki posisi terbanyak ke-6 di dunia. Indonesia mengekor bursa Shanghai (180), Nasdaq (119), Shenzhen (115), Hong Kong (99) IPO, dan Jepang (54).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bursa efek indonesia ipo OJK
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top