Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 11 Januari 2021

Pemberlakukan PSBB Jakarta dan PSBB Jawa-Bali memengaruhi pergerakan rupiah karena berimbas terhadap prospek perekonomian.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  15:09 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini dibayangi dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta secara ketat.

Sepanjang pekan lalu, rupiah mengalami tren koreksi yang membawa kurs kembali ke level Rp14.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 112,5 poin atau 0,81 persen menjadi Rp14.022,5 per dolar AS pada perdagangan Jumat (8/1/2021). Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,1 persen menjadi 89,92.

Pengamat Pasar Modal MNC Asset Manajemen Edwin Sebayang menyampaikan jumlah kasus positif Covd-19 dalam tiga hari terakhir Jumat-Minggu rata-rata sejumlah 10.000 orang per hari. Bahkan menurut epidiomolog jika testing dan tracing dinaikan bukan mustahil bisa mencapai 30.000 - 40.000 orang per hari.

"Sehingga tidak mengherankan jika Senin ini dimulai PSBB Ketat yang tentunya memperlambat ritme perekonomian," paparnya dalam publikasi riset, Senin (11/1/2021).

Edwin memprediksi laju rupiah cenderung terbatas dalam rentang Rp13.950 - Rp14.080 per dolar AS.

Sebelumnya, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, rencana Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat menjadi katalis negatif yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Namun, pengetatan ini dapat berpengaruh fatal terhadap konsumsi masyarakat yang berujung terhadap kontraksi pertumbuhan ekonomi di Kuartal I/2021 di kisaran 1 persen hingga 2 persen.

“Artinya, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang di gadang-gadang oleh pemerintah sebesar 5 persen kemungkinan tidak akan tercapai dan pemerintah kemungkinan akan merevisi pertumbuhan ekonominya di kuartal I/2021,” tambahnya.

Di sisi lain, lonjakan imbal hasil obligasi AS membebani mata uang pasar berkembang. Lonjakan imbal hasil benchmark global utama meningkatkan prospek jeda dalam penurunan dolar baru-baru ini, yang dapat merusak momentum reli untuk aset berisiko.

Kemunduran dalam mata uang pasar berkembang juga dapat mencerminkan tekanan pada posisi dolar.

Simak pergerakan rupiah hari ini secara live.

15:10 WIB

Rupiah ditutup melemah 105 poin

Rupiah ditutup melemah 105 poin atau 0,75 persen menjadi Rp14.125 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,32 persen menuju 90,387.

14:35 WIB

Pukul 14.32 WIB, rupiah koreksi 115 poin

Pukul 14.32 WIB, rupiah koreksi 115 poin atau 0,82 persen menjadi Rp14.135 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,24 persen menuju 90,316.

13:30 WIB

Dolar masih kuat

Pukul 13.25 WIB, indeks dolar AS naik 0,31 persen ke level 90,378.

10:21 WIB

Rupiah anjlok ke 14.100

Pukul 09.51 WIB, rupiah melemah 89 poin atau 0,63 persen menjadi Rp14.109 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,32 persen menuju 90,389.

09:09 WIB

Rupiah stagnan, dolar AS naik

Pukul 09.02 WIB, rupiah dibuka stagnan di level Rp14.020 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,31 persen menuju 90,379.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top