Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Salim Caplok Saham Bank Mega (MEGA), Ini Detail Transaksinya

Grup Salim melalui Indolife menjadi pemegang saham terbesar kedua di Bank Mega (MEGA) setelah memborong saham bank milik Chairul Tanjung itu di akhir tahun lalu.
Anggara Pernando & Rivki Maulana
Anggara Pernando & Rivki Maulana - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  19:00 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Salim melalui PT Indolife Pensiontama baru saja menjadi pemegang saham baru PT Bank Mega Tbk, bank yang dikendalikan oleh taipan Chairul Tanjung lewat CT Corpora.

Transaksi saham Indolife di Bank Mega tercantum dalam laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk transaksi 30 Desember 2020 oleh pemegang saham di atas 5 persen.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada 4 Januari 2021 itu, Indolife menggenggam 422.807.744 lembar saham MEGA setelah transaksi. Jumlah tersebut terdiri dari tiga transaksi, masing-masing 304.610.691 lembar, 22.624.595 lembar, dan 95.572.458.

Berdasarkan data Bloomberg, pada 28 Desember 2020 terjadi transaksi tutup sendiri atau crossing yang melibatkan broker yang sama. Saat itu, terdapat transaksi 304.610.691 lembar saham senilai Rp2,07 triliun lewat broker Maybank Kim Eng Securities.

Kemudian pada 30 Desember 2020, juga terjadi transaksi crossing sebanyak 95.572.458 lembar saham senilai Rp663,19 miliar lewat broker Net Sekuritas. Data transaksi di Bloomberg ini setidaknya cocok dengan laporan di KSEI.

Walhasil, Indolife setidaknya merogoh kocek Rp2,7 triliun untuk 402.083.149 lembar saham Bank Mega. Maka, harga saham yang diborong Indolife diestimasi mencapai Rp6.726,33 per lembar, di bawah harga pasar. Pada 28 Desember 2020, harga saham Bank Mega ditutup di level Rp7.000 sedangkan pada 30 Desember 2020 sebesar Rp7.200.

Sebelumnya, Bisnis mengkonfirmasi masuknya Indolife ke dalam MEGA kepada Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib. Meski begitu, pesan yang terkirim melalui aplikasi pesan hanya dibaca yang ditunjukkan dengan dua centang biru.

Dengan masuknya Indolife sebagai pemegang saham MEGA menjadikan Grup Salim menjadi pemegang saham terbesar kedua dalam induk konglomerasi keuangan CT Corp itu. Pasalnya dalam laporan registrasi pada 10 Desember 2020, perusahaan masih melaporkan pemegang saham perseroan terdiri dari PT Mega Corpora (58,01 persen) dan publik (41,98 persen).

Di sisi lain, kinerja Bank Mega terbilang moncer. Per September 2020, laba bersih Bank Mega tumbuh 27,8 persen menjadi Rp1,8 triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menjelaskan strategi menjaga profitabilitas yakni fokus pada peningkatan pendapatan melalui pendapatan bunga bersih dan fee base income serta menurunkan biaya.

Kenaikan laba juga disumbang dari meningkatnya fee based income sebesar 3,1 persen menjadi Rp1,64 triliun. Di sisi lain, biaya operasional menurun yang menyebabkan rasio BOPO turun menjadi 71,0 persen, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 74,8 persen.

“Semakin rendah ini menunjukkan semakin efisiennya Bank Mega dalam melakukan kegiatan operasionalnya,” jelas Kostaman dalam keterangan resmi, Rabu (11/11/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mega grup salim transaksi saham
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top