Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Stimulus AS : Dolar Loyo, Rupiah Terkuat Kedua di Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,32 persen atau 45 poin seiring dengan pelemahan dolar. Kinerja itu menjadi penguatan terbaik kedua di antara mata uang Asia lainnya,
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  15:36 WIB
Karyawan menghitung dolar AS di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung dolar AS di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar Rupiah menguat pada perdagangan Senin (28/12/2020) seiring dengan pelemahan dolar AS akibat sentimen penandatanganan stimulus jumbo oleh Presiden AS Donald Trump.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang garuda parkir di level Rp14.155 per dolar As, menguat 0,32 persen atau 45 poin terhadap greenback. Kinerja itu menjadi penguatan terbaik kedua di antara mata uang Asia lainnya, tepat di bawah won Korea Selatan yang menguat 0,42 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,18 persen ke posisi 90,063.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa penguatan rupiah didukung oleh kabar Presiden AS Donald Trump yang menandatangani paket bantuan dan pengeluaran pandemi senilai US$2,3 triliun, yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat pada minggu sebelumnya.

“Tanda tangan Trump mencegah penutupan sebagian pemerintah federal dan akan mengembalikan tunjangan pengangguran bagi orang Amerika yang telah kehilangan pekerjaan mereka akibat pandemi Covid-19,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (28/12/2020).

Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump menyetujui paket penanganan corona dan pendanaan pemerintah senilai US$2,3 triliun.Paket bantuan senilai US$900 miliar telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran US$2,3 triliun yang mencakup US$1,4 triliun untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

Stimulus jumbo tersebut membuat ketersedian likuiditas di pasar melimpah sehingga akan membuat dolar AS melemah dan menjadi momentum penguatan bagi aset risiko, termasuk rupiah.

Selain itu, Ibrahim menjelaskan bahwa pasar merespon positif terhadap kehadiran UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pasca pandemi covid-19 yang awalnya banyak mendapat pertentangan baik dari aktivis buruh maupun para mahasiswa, saat ini terus membawa berkah. 

Ibrahim memprediksi penguatan rupiah dapat berlanjut pada perdagangan Selasa (29/12/2020) dan bergerak di kisaran Rp14.130 - Rp14.180 per dolar AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as stimulus
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top