Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG ke 6.000, Asing Borong Saham Bank Jumbo BBCA, BBRI, BMRI

Hingga pukul 09.01 WIB, indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di posisi 6.001,127, naik 0,95 persen setelah dibuka menguat di level 5.977.
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Kamis (10/12/2020) dab berhasil menembus level 6.000 seiring dengan masuknya investor asing.

Hingga pukul 09.01 WIB, indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di posisi 6.001,127, naik 0,95 persen setelah dibuka menguat di level 5.977.

Dari keseluruhan konstituen, sebanyak 254 saham berhasil menguat, 24 saham melemah, sedangkan 166 saham lainnya tampak tidak bergerak dari posisi pada perdagangan sebelumnya.

Investor asing tercatat melakukan transaksi net buy sebesar Rp31,85 miliar dengan sasaran aksi beli ke saham perbankan, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp38,8 miliar, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebesar Rp23,4 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI ) sebesar Rp19,2 miliar.

Adapun, penguatan IHSG dipimpin PT Matahari Departmen Store Tbk. (LPPF) naik 7,8 persen, diikuti PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) naik 5,13 persen, dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 4,62 persen.

Sementara itu, saham-saham farmasi mengisis jajaran top losers. Pelemahan dipimpin oleh saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) yang turun 2,29 persen, dilanjutkan PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) yang turun 1,23 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG saat ini berada di area jenuh beli atau overbought.

Sementara itu, fokus investor tampak masih akan mengikuti perkembangan terkait dengan distribusi vaksin.

“Selain itu perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan kasus covid-19 pasca pemilu serentak di beberapa daerah di Indonesia,” tulis Dennies dalam riset harian, Kamis (10/12/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper