Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Asia Tergerus Pergerakan Raksasa Teknologi AS

Saham Facebook Inc. tenggelam setelah dituntut oleh pejabat antitrust AS, sementara Tesla Inc. jatuh karena JPMorgan Chase & Co. menyebutnya overvalued secara dramatis. Dolar stabil dan imbal hasil US Treasury berdetak lebih rendah. Kondisi ini membayangi bursa-bursa di Asia.
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang./ Kiyoshi Ota - Bloomberg
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang./ Kiyoshi Ota - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Saham Asia tergelincir, Kamis (10/12/2020), setelah raksasa teknologi AS menyeret indeks Wall Street lebih rendah di tengah meredupnya prospek stimulus baru. Poundsterling jatuh di tengah kebuntuan negosiasi Brexit.

Saham di Korea Selatan mengalami penurunan yang paling berat dengan indeks Kospi terpangkas 1,2 persen. Sementara di Jepang dan Australia mengalami penurunan yang lebih tipis yakni masing-masing 0,3 persen dan 0,6 persen.

S&P 500 berjangka sedikit berubah setelah indeks turun dari rekor, dan Nasdaq 100 mengalami penurunan terbesar dalam sebulan.

Saham Facebook Inc. tenggelam setelah dituntut oleh pejabat antitrust AS, sementara Tesla Inc. jatuh karena JPMorgan Chase & Co. menyebutnya overvalued secara dramatis. Dolar stabil dan imbal hasil US Treasury berdetak lebih rendah.

Pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berakhir tanpa terobosan kemarin malam karena masih ada celah besar antara kedua belah pihak. Mereka setuju untuk melanjutkan pembicaraan selama beberapa hari ke depan.

Ekuitas berada di bawah tekanan karena kesepakatan stimulus AS tetap sulit dipahami di tengah negosiasi paling intens atas paket Covid-19 sejak Hari Pemilihan.

Anggota parlemen Demokrat dan Republik yang mengerjakan rencana bantuan memberikan ringkasan proposal mereka yang lebih rinci, tetapi belum menyelesaikan kebuntuan terkait perisai tanggung jawab bisnis serta bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal.

"Idenya di sini adalah bahwa Anda tidak akan melihat paket stimulus yang besar. Anda mungkin akan menyelesaikan sesuatu, tetapi itu mungkin tidak akan cukup untuk memberikan banyak tekanan pada tarif secara keseluruhan,” kata Matt Brill, manajer portofolio senior di Invesco, dilansir Bloomberg.

Bank Sentral Eropa malam ini akan menggekar pertemuan dan konferensi pers. Ekonom secara luas memperkirakan bank sentral akan meningkatkan dan memperpanjang program pembelian obligasi pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper