Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siap Ekspansi , PP Presisi (PPRE) Rogoh Kocek Rp336 Miliar Tahun Depan

PT PP Presisi Tbk. mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp336 miliar pada tahun depan. Perseroan bakal mengandalkan kas internal dan pinjaman perbankan untuk memenuhi kebutuhan capex.
Batching plant dan armada ready mix beton PT Presisi Tbk./ppre
Batching plant dan armada ready mix beton PT Presisi Tbk./ppre

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. menganggarkan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp336 miliar untuk 2021. Capex tersebut sebagian besar akan digunakan untuk pembelian alat berat.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menjelaskan dana capex senilai Rp336 miliar akan diambil dari kas internal dan pinjaman perbankan.

“Untuk rencana capex 2021, kami akan mengutamakan pendanaan dari kas internal, kedua melalui pinjaman perbankan,” kata Benny dalam paparan publik secara daring, Kamis (10/12/2020).

Emiten dengan kode saham PPRE ini disebut masih memiliki plafon pinjaman untuk membiayai capex pada 2021. Benny pun menunjukkan bahwa rasio net debt to equity milik PPRE sebesar 0,9 kali per September 2020 masih berada di bawah persyaratan kreditur.

Selanjutnya, Benny mengatakan pihaknya belum mempertimbangkan untuk mencari pendanaan dari pasar modal pada tahun depan baik lewat penerbitan obligasi maupun saham.

Adapun, PPRE telah menyerap belanja modal senilai Rp228 miliar hingga Oktober 2020. Capex tersebut utamanya digunakan untuk pembelian alat berat.

“Hingga akhir tahun diperkirakan realisasinya [capex] sebesar Rp299 miliar untuk pembelian alat berat,” imbuh Benny.

Sebelumnya, PP Presisi melaporkan perolehan kontrak baru senilai Rp2,3 triliun per November 2020. Realisasi tersebut telah melewati target kontrak baru yang ditetapkan untuk 2020 senilai Rp2,2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adelia Auliyanti mengatakan tambahan kontrak baru dari entitas Grup PT PP Itu a.l. berasal dari proyek Bendungan Tamblang di Buleleng, Bali; Pabrik Semen Kobexindo di Sangata, Kalimantan Timur; Jalan Akses Kertajati di Jawa Barat; serta Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah. 

“Kontrak-kontrak baru tersebut melengkapi kontrak-kontrak baru yang telah kami peroleh sebelumnya, yang sebagian besar merupakan proyek-proyek strategis nasional,” kata Adelia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper