Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham TLKM dan BMRI Dibanting Asing, IHSG Terpelanting

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) anjlok di sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (3/12/2020) dan turut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah.
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah setelah hampir sepanjang sesi pertama menguat. Saham berkapitalisasi jumbo alias big caps seperti ASII, TLKM, dan BMRI anjlok sehingga menyeret indeks ke zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di level 5.833,32 pada perdagangan hari ini, Kamis (3/12/2020), naik 20 poin dari posisi penutupan kemarin. Indeks terus menguat hampir sepanjang sesi pertama dan menyenggol level teratas di 5.853,15.

Namun, menjelang akhir sesi, IHSG berbalik melemah super tipis 0,21 poin ke level 5.813,77. Sektor consumer, dan infrastruktur menjadi pemberat indeks dengan pelemahan masing-masing 0,76 persen dan 0,39 persen.

Secara umum,sebanyak 194 saham menguat, 231 saham melemah, dan 280 saham stagnan. Di antara deretan saham yang melemah, saham-saham big caps berada di jajaran atas.

Saham PT Astra International Tbk. turun 1,75 persen ke level 5.625. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. juga anjlok 1,2 persen ke posisi 3.290. Setali tiga uang, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melemah 1,13 persen ke level 6.575.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, saham BMRI menjadi sasaran jual investor asing dengan net foreign sell Rp44,1 miliar. Saham TLKM juga dilego asing dengan torehan net sell Rp71,1 miliar.

Secara umum, total perdagangan saham hingga sesi pertama mencapai 17,71 miliar lembar. Nilai transaksi selama sesi pertama mencapai Rp13,4 triliun. Investor asing mencatat net buy atau aksi beli bersih Rp81 miliar.

Sebelumnya, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan secara teknikal IHSG mampu menembus level resistance 5.800 dengan pergerakan yang cukup optimis setelah berhasil menguat di atas MA20 dan lower bollinger bands.

Sementara itu, indikator stochastic terkonsolidasi pada area yang cukup tinggi setelah membentuk pola dead-cros pada area jenuh beli. Indikator Money Flow Index terlihat cukup tinggi namun peluang bergerak fluktuatif menguat masih terlihat.

“Sehingga pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi jenuh dan bertahan dilevel psikologis 5.800 sebagai support konfirmasi pembalikan arah dengan support resistance 5.738–5.850,” tulis Lanjar dalam riset harian, Rabu (2/11/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper