Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cari Dana Segar untuk Ekspansi, ASDP Bersiap IPO Awal 2022

Operator penyeberangan pelat merah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berniat mencari pendanaan lewat IPO pada awal 2020. Perseroan membutuhkan dana segar untuk menopang ekspansi pengembangan kawasan Bakauheni dan akuisisi operator feri.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  18:57 WIB
Foto udara dermaga 6 eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (29/4/2019). PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) memberlakukan tarif promo di dermaga eksekutif bagi angkutan kendaraan golongan V hingga IX mulai Rabu (1/5)./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara dermaga 6 eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (29/4/2019). PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) memberlakukan tarif promo di dermaga eksekutif bagi angkutan kendaraan golongan V hingga IX mulai Rabu (1/5)./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Badan usaha milik negara (BUMN) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana melepas saham ke publik lewat mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2022 mendatang.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan perseroan telah mendapat lampu hijau dari para pemegang saham untuk mencari pendanaan melalui pasar modal,termasuk opsi untuk IPO.

“Insya Allah awal 2022, awalnya memang dari rencana akhir 2021 atau awal 2022,” kata Ira ketika dihubungi Bisnis, Kamis (3/12/2020)

Dia menyebut ada beberapa pertimbangan utama yang mendasari keputusan perseroan untuk melantai di bursa, salah satunya tekad ASDP untuk mengejar target pendapatan lebih dari Rp6 triliun pada 2024 mendatang.

Menurutnya, perseroan ingin tumbuh sangat baik sehingga perlu investasi besar. Untuk itu, ASDP perlu mencari pendanaan yang efisien, salah satunya melalui pasar modal.

Ira mengatakan setidaknya terdapat dua proyek strategis yang akan jadi prioritas perseroan pasca-IPO nanti yakni proyek pengembangan Bakauheni sebagai destinasi wisata baru serta rencana akuisisi salah satu perusahaan feri.

“Kami juga ingin me-leverage kinerja keuangan ASDP yang baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ASDP dapat rating Pefindo AA dua tahun berturut-turut,” ungkap Ira.

Tercatat, pada tahun lalu, ASDP berhasil mencatatkan pendapatan Rp3,2 triliun dengan laba bersih Rp315 miliar. Hasil itu tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dengan catatan pendapatan sebesar Rp2,79 triliun dan laba bersih Rp253 miliar.

Rencana ASDP untuk IPO menambah panjang daftar perusahaan pelat merah yang membidik pendanaan melalui pasar modal. Paling baru, anak PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yakni PT Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel berencana masuk pasar modal pada 2021 mendatang.

Selain itu, beberapa anak BUMN karya juga dikabarkan akan segera IPO, seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) yang berencana memboyong anak usahanya yaitu PT Adhi Commuter Properti (ACP) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada medio 2021.

Begitu pula dengan PT Wijaya Karya Tbk. yang tengah mengevaluasi rencana penawaran umum saham perdana dua entitas anaknya yakni PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ipo asdp
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top