Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Restrukturisasi Utang Tuntas, Fitch Kerek Peringkat Agung Podomoro Land (APLN)

Agung Podomoro Land (APLN) melansir restrukturisasi utang anak usaha Bali Perkasa Sukses berjalan lancar. Hal ini berimbas kepada penilaian peringkat dari Fitch Ratings sehingga rating perseroan terkerek.
Proyek Neo Soho Podomoro City besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)
Proyek Neo Soho Podomoro City besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) dan surat utang berdenominasi dolar AS milik perseroan. Kenaikan peringkat antara lain dipicu keberhasilan restrukturisasi utang anak usaha.

Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Land Justini Omas menyampaikan Fitch Ratings menaikkan peringkat perseroan menjadi CCC- dari sebelumnya C.

Selain itu, peringkat obligasi senior yang diterbitkan anak usaha emiten dengan kode saham APLN tersebut yaitu APL Realty Holdings Pte. Ltd. senilai US$300 juta pada 2 Juni 2017 juga dinaikkan menjadi CCC- dari C dengan peringkat pemulihan RR4.

“Kenaikan peringkat oleh Fitch tersebut utamanya dipicu oleh telah diselesaikannya restrukturisasi pinjaman di PT Bali Perkasa Sukses,” tulis Justini dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/11/2020).

Adapun, PT Bali Perkasa Sukses merupakan entitas anak Agung Podomoro Land dengan kepemilikan sebesar 63 persen yang memiliki hotel Indigo Bali Seminyak.

Selain kesuksesan restrukturisasi, kecukupan dana pada kas dan setara kas milik APLN untuk memenuhi kebutuhan pembayaran kewajiban juga disebut menjadi salah satu pendorong perbaikan peringkat utang dari Fitch.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, APLN membukukan nilai kas dan setara kas sebesar Rp1,05 triliun atau naik 23,82 persen dari posisi Rp849,71 miliar pada akhir 2019.

Jumlah aset APLN tercatat senilai Rp30,57 triliun pada akhir kuartal III/2020, naik 3,52 persen dari akhir tahun lalu senilai Rp29,46 triliun.

Namun, dari sisi pendapatan APLN mengalami koreksi 1,17 persen menjadi Rp2,88 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,92 triliun.  

Tercatat rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp430,24 miliar. Padahal pada akhir kuartal III/2019, pos ini berisi laba Rp81,04 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper