Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Joe Biden Pilih Oma Yellen Jadi Menkeu AS, Wall Street Tancap Gas

Tiga indeks utama di bursa Amerika Serikat kompak menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (24/11/2020). Pelaku pasar mendukung pencalonan mantan Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen untuk memimpin Kementerian Keuangan. 
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 November 2020  |  22:08 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat kembali tancap gas menyusul ekspektasi pelaku pasar terhadap stimulus usai Presiden Terpilih Joe Biden memilih Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Selasa (24/11/2020), indeks acuan S&P 500 dibuka menguat 0,60 persen pada pukul 21.38 WIB. 

Indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite yang dibuka lebih dulu juga terpantau naik masing-masing 1,05 persen dan 0,11 persen pada pukul 21.55 WIB. 

Indeks S&P 500 dan Russell 2000 yang berisi saham dengan kapitalisasi kecil dan menengah melampaui kenaikan indeks Nasdaq yang sarat emiten teknologi.

Pasar saham secara global telah mulai menggeliat setelah General Services Administration menerapkan Joe Biden sebagai presiden terpilih sehingga mengakhiri ketidakpastian hasil pilpres AS. Tim transisi kini tengah bekerja dan mendapat anggaran US$6 juta.

Pelaku pasar juga mendukung pencalonan mantan Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen untuk memimpin Kementerian Keuangan. 

"Pasar menyukai kepastian dan langkah Trump dalam semalam menghilangkan ambiguitas atas suksesi presiden," tulis Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda Asia Pacific Pte, dalam sebuah catatan, seperti dikutip dari Bloomberg.

Pemerintah Biden diharapkan lebih aktif terlibat dalam perdagangan global dan meningkatkan hubungan dengan China. Hal yang berkebalikan dilakukan oleh Donald Trump selama menjadi Presiden AS.

Wall Street juga melihat kemungkinan penunjukan Yellen sebagai alasan untuk mengandalkan lebih banyak stimulus ekonomi.

Yellen baru-baru ini mengatakan pemulihan tidak akan merata dan tidak berdampak signifikan jika Kongres tidak mengeluarkan lebih banyak uang untuk memerangi pengangguran dan menjaga bisnis kecil tetap bertahan.

Berikut pergerakan pasar terkini :

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,7% 
  • Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6%.
  • MSCI Asia Pacific Index naik 0,9%.
  • Mata Uang

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2%.
  • Euro naik 0,2% menjadi $ 1,187.
  • Pound Inggris naik 0,1% menjadi $ 1,3333.
  • Yuan darat sedikit berubah pada 6,586 per dolar.
  • Yen Jepang sedikit berubah pada 104,54 per dolar.

Obligasi

  • Imbal Hasil obligasi 10-tahun AS melonjak dua basis poin menjadi 0,87%.
  • Imbal Hasil obligasi 10-tahun Jerman naik satu basis poin menjadi -0,58%.
  • Imbal Hasil obligasi 10-tahun Inggris tidak berubah di 0,318%.
  • Imbal Hasil obligasi 10-tahun Jepang naik satu basis poin menjadi 0,025%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,1% menjadi $ 43,53 per barel.
  • Minyak mentah Brent naik 1,1% menjadi $ 46,55 per barel.
  • Emas melemah 1,8% menjadi $ 1.804.91 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street janet yellen Pilpres AS 2020 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top