Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Segera Gantikan Trump, Pasar Eropa Bergairah

indeks Stoxx Europe 600 dibuka menguat 0,73 persen, sementara indeks DAX Jerman naik 0,92 persen. Selanjutnya, indeks FTSE All Share Inggris juga menghijau sebesar 0,86 persen, dan indeks CAC 40 Perancis bergerak naik 1,01 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 November 2020  |  15:37 WIB
Layar papan perdagangan di bursa Eropa - Bloomberg
Layar papan perdagangan di bursa Eropa - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa dibuka menguat yang dipicu oleh proses transisi jabatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Presiden terpilih Joe Biden.  

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (24/11/2020), indeks Stoxx Europe 600 dibuka menguat 0,73 persen, sementara indeks DAX Jerman naik 0,92 persen. Selanjutnya, indeks FTSE All Share Inggris juga menghijau sebesar 0,86 persen, dan indeks CAC 40 Perancis bergerak naik 1,01 persen.

Penguatan pasar salah satunya ditopang oleh General Service Administration yang telah mengukuhkan Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden AS pada Senin waktu setempat.

 Hal tersebut memicu terjadinya perpindahan kekuasaan yang formal, dengan Presiden AS Donald Trump meminta kabinetnya dan pihak terkait lain bekerja sama dengan tim transisi Biden.

Senior Market Analyst Asia Pacific Oanda, Jeffrey Halley mengatakan, pelaku pasar merespon positif kepastian perpindahan kekuasaan dari Trump ke Biden yang memperkuat legitimasi hasil pemilu AS.

“Pemerintahan Biden tidak akan menganut isolasionisme seperti trump. Dengan begitu, AS diperkirakan akan kembali melakukan hubungan diplomatik dan dagang dengan China,” jelasnya.

Selain itu, keberhasilan vaksin terbaru telah memunculkan risk-on di pasar. Investor mulai beralih ke aset dengan return tertinggi untuk dapat dimaksimalkan setelah situasi lockdown di berbagai negara mereda.

Brent Schutte, Northwestern Mutual Wealth Management Chief Investment Strategist dikutip dari Bloomberg mengatakan efektivitas vaksin akan ditentukan oleh waktu sehingga investor disarankan untuk mulai masuk ke instrumen investasi tinggi risiko pada posisi terbawahnya saat ini.

"Saya rasa investor akan membeli (ekuitas) saat terjadi penurunan, dan saya pikir Anda mungkin juga akan melirik small caps yang akan dimanfaatkan saat terjadinya siklus ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, data menunjukkan aktivitas bisnis AS menguat pada November pada laju tercepat sejak Maret 2015.

Salah satu katalis positif yang juga mendongkrak pergerakan indeks AS adalah rencana Biden untuk mencalonkan mantan Ketua Dewan Gubernur The Fed Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Donald Trump Joe Biden
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top